Basarnas: Data Smartwatch Korban ATR 42-500 Rekaman Lama

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi’i buka suara soal informasi terkait dugaan adanya pergerakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang sempat terdeteksi melalui aplikasi smartwatch.

Syafii mengungkapkan bahwa hal itu telah didalami oleh Polda Sulawesi Selatan. Dari keterangan itu, terungkap bahwa rekaman di smartwatch itu terjadi pada beberapa bulan lalu.

"Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh polda Sulawesi Selatan dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan setelah dibuka bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja," kata Syafii di Kompleks Parlemen, Selasa, 20 Januari 2026.

BACA JUGA:Kapolda Metro Jaya Rotasi Jajaran Pamen, Sejumlah Kasatreskrim dan Kapolsek Diganti

Syafii mengatakan pihaknya juga sudah memberikan pemahaman terkait hal ini kepada keluarga korban.

"Itu sudah di-clear kan tadi pagi, dari pihak keluarga juga sudah memahami dan kita juga memahami perasaan keluarga makanya itu di-broadcast," imbuhnya.

Lebih lanjut, Syafi'i menyebut tak ada korban selamat dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:Daftar 28 Perusahaan Diduga Penyebab Banjir di Aceh hingga Sumatra Barat, Izin PT Toba Pulp Lestari Ikut Dicabut

"Tidak ada. Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," ujar Syafi'i.

Lebih lanjut, Syafi'i menceritakan, dalam beberapa kejadian kecelakaan pesawat sebelumnya, pernah ditemukan korban selamat meski kondisi pesawat hancur.

Dia mengatakan ada kasus penumpang yang ditemukan hidup setelah sempat mengalami mati suri.

BACA JUGA:Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Ini 10 Tragedi Penerbangan Mematikan di Indonesia

Syafii memastika Basarnas akan terus bekerja maksimal untuk mencari seluruh korban. Meski medan lokasi kecelakaan pesawat diakuinya sangat sulit dijangkau.

"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT," ungkapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bursa AS Anjlok, Ancaman Tarif Trump Picu Aksi Jual Besar-besaran
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wawancara Dubes Iran: Situasi Terkini di Tengah Protes dan Ancaman AS
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Indonesia Kutuk Keras Israel yang Hancurkan Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Sadewo Merasa Dikorbankan, Sebut-Sebut Dukungan Kepala Desa Saat Pilkada 2024
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Umay Shahab Sampaikan Terima Kasih untuk Prilly Latuconsina Usai 6 Tahun Kebersamaan di Sinemaku Pictures
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.