Rusia Tegaskan Tak Berniat Rebut Greenland, AS Sudah Memahami

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

PEMERINTAH Rusia menegaskan tidak memiliki rencana untuk merebut atau menguasai Greenland. Moskow menyatakan Amerika Serikat sepenuhnya memahami baik Rusia maupun Tiongkok tidak mempunyai niat semacam itu meski isu tersebut kerap diangkat.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, Selasa waktu setempat.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Rusia dan Tiongkok berpotensi mengancam Greenland.

Baca juga : Rusia Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark

“Kami tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland. Itu bukan urusan kami. Kami yakin Washington sangat memahami bahwa tidak ada rencana seperti itu, baik dari Rusia maupun Tiongkok,” ujar Lavrov dikutip Anadolu.

Lavrov juga menepis spekulasi mengenai kemungkinan kerja sama khusus atau perjanjian bantuan timbal balik antara Rusia dengan Greenland atau Islandia. 

Menurut dia, tidak ada kondisi maupun dasar yang memungkinkan terwujudnya kesepakatan semacam itu. Lavrov menegaskan Rusia tidak terlibat langsung dalam dinamika yang berkembang di sekitar Greenland dan hanya memantau situasi dari kejauhan.

Baca juga : Mungkinkah Nafsu Donald Trump Caplok Greenland Hancurkan NATO?

Moskow, kata Lavrov, sama sekali tidak menimbulkan ancaman terhadap wilayah tersebut.

Isu Greenland kembali mengemuka setelah Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memperoleh kendali atas pulau kaya mineral itu yang saat ini berstatus wilayah otonom di bawah Denmark.

Trump beralasan, langkah tersebut diperlukan demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan untuk mencegah pengaruh negara lain, termasuk Rusia dan Tiongkok. Sikap itu menuai penolakan dari sejumlah negara Eropa.

“Ketika mereka membenarkan apa yang terjadi di sekitar Greenland dengan alasan Rusia atau Tiongkok akan merebutnya, tidak ada bukti atas klaim tersebut. Bahkan di Barat sendiri, para ekonom dan ilmuwan politik sudah mulai membantahnya,” kata Lavrov.

“Kami tidak ada kaitannya dengan isu ini. Kami hanya akan memantau perkembangannya," imbuhnya.

Perdebatan tentang Greenland dinilai erat kaitannya dengan warisan era kolonial.  Pasalnya, wilayah tersebut selama berabad-abad berada di bawah kekuasaan Norwegia dan kemudian Denmark. Menurut Lavrov, secara alami Greenland buka bagian Denmark maupun Norwegia. (Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Paparkan Realisasi APBD Jakarta 2025 Rp 91,86 T, Surplus Rp 3,89 T
• 5 jam laludetik.com
thumb
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026, Pakai SIGNAL & tak Perlu ke Samsat!
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pembangunan MRT Fase 2 Berlanjut, Penumpang Ditargetkan Tembus 50 Juta
• 21 jam lalumerahputih.com
thumb
Video: Bankir Ungkap Cara Teknologi AI Ubah Wajah Bisnis Perbankan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korban Kedua Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Sampai di Desa Tompo Bulu
• 21 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.