Influencer yang juga ibu 2 orang anak, Merdi Octavia, membagikan momen mengharukan saat liburan keluarga di luar negeri di akun Instagramnya @merdioctav. Ia tak menyangka anak sulungnya punya empati dan kepekaan tinggi pada sekitar.
Menurut Merdi, momen itu terekam saat suaminya sedang mengantre di sebuah restoran dan ia menggendong si bungsu. Tiba-tiba ada seorang pedagang terjatuh di sekitar lokasi dan anak sulungnya langsung bergegas mendekat, berusaha membantu.
Tanggapan Psikolog soal Proses Terbentuknya Empati Pada AnakPsikolog Klinis, Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi., Psikolog, menyebut bahwa reaksi spontan anak untuk menolong merupakan tanda perkembangan empati yang sehat. Pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan empati sejak dini.
Ketika anak mulai mampu mengenali perasaan orang lain dan memiliki dorongan sosial, keinginan untuk membantu bisa muncul secara alami tanpa perlu disuruh.
“Sehingga keinginan untuk menolong bisa muncul secara alami tanpa harus disuruh,” ujar Mutiara kepada kumparanMOM, Rabu (14/1).
Ia juga menekankan bahwa anak belajar perilaku sosial terutama melalui proses meniru, khususnya dari orang-orang terdekat seperti orang tua. Sikap orang tua yang terbiasa menolong, menghargai, dan peduli pada sesama akan diserap anak sebagai nilai dan aturan sosial.
“Kalau orang tua terbiasa menunjukkan sikap menolong, menghargai, dan peduli, anak menyerap itu sebagai aturan sosial seperti ‘Kalau ada yang kesusahan, kita bantu’. Dari kebiasaan inilah, perilaku menolong tidak lagi sekadar disuruh, tapi menjadi bagian dari kepribadian sosial anak,” ucapnya.
Momen sederhana yang dibagikan di media sosial ini pun menjadi pengingat bahwa empati tidak tumbuh secara instan, tapi melalui contoh, kebiasaan, dan lingkungan yang penuh kepedulian ya, Moms.


