Pabrikan mobil Jerman, Audi memperkenalkan livery Formula 1 untuk musim 2026 dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Berlin, Selasa (20/1) malam. Peluncuran ini menjadi penanda awal identitas visual Audi sebagai tim pabrikan penuh di ajang Formula 1.
Berdasarkan laporan dari ESPN, desain livery tersebut ditampilkan bersamaan dengan pengenalan nama resmi tim Audi Revolut F1 Team. Momentum ini sekaligus memperkuat kesiapan Audi menjelang debutnya di Formula 1 pada musim 2026 mendatang.
“Hari ini bukan sekadar peluncuran, tetapi pernyataan publik dimulainya era baru Audi di Formula 1,” ujar CEO dan Chairman Audi Motorsport, Gernot Döllner, disitat dari ESPN.
Secara garis besar, tampilan livery anyar Audi masih mempertahankan desain konsep yang pertama kali diperlihatkan pada November tahun lalu. Perubahan utama terletak pada kehadiran sponsor resmi serta logo empat cincin Audi yang kini tampil lebih menonjol.
Kombinasi warna perak, serat karbon terbuka, dan aksen Lava Red tetap menjadi ciri utama pada livery tersebut. Audi menyebut perpaduan warna ini sebagai representasi dari teknologi, kecerdasan, dan emosi yang melekat pada filosofi Vorsprung durch Technik.
Meski menampilkan livery resmi, mobil yang dipamerkan dalam acara peluncuran tersebut bukanlah mobil balap sesungguhnya. Audi hanya menghadirkan show car dengan balutan desain terbaru sebagai representasi visual.
Mobil Formula 1 Audi untuk musim 2026 sendiri diberi nama R26 dan telah lebih dulu menjalani sesi filming day tertutup. Namun, wujud asli mobil tersebut belum diperlihatkan ke publik dalam peluncuran di Berlin.
Strategi menampilkan show car dalam peluncuran livery menjadi hal yang lazim di Formula 1. Tim-tim biasanya memilih menahan detail teknis mobil balap hingga sesi pengujian resmi dimulai.
Peluncuran livery ini juga menjadi simbol dimulainya era baru Audi di dunia balap roda empat. Audi menegaskan bahwa Formula 1 akan menjadi panggung utama untuk menampilkan kapabilitas teknologi dan inovasi mereka.
“Livery ini mencerminkan kejelasan, teknologi, dan emosi yang menjadi inti dari filosofi Vorsprung durch Technik,” tuntasnya.



