Prabowo Hadiri WEF, Dema UIN Alauddin Makassar: Semoga Dapat Dirasakan Langsung Rakyat

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Kehadirannya itu diharapkan bisa berdampak langsung kepada rakyat Indonesia.

“Kami berharap hasil dari WEF 2026 dapat dirasakan langsung oleh rakyat, sekaligus menjadi langkah konkret menuju terwujudnya Indonesia maju, berdaulat, dan berkelanjutan,” kata Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid kepada fajar.co.od, Rabu (21/1/2026).

Dia berharap, kehadiran Prabowo mampu menghasilkan komitmen investasi konkret. Sehingga mempercepat akselerasi pembangunan nasional.

Menurut Zulhamdi, WEF merupakan forum internasional yang tidak hanya menjadi ruang diskusi. Tetapi juga karena strategis untuk membangun kepercayaan global terhadap arah kebijakan ekonomi dan pembangunan Indonesia.

“Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 harus dimaknai sebagai peluang besar untuk membawa pulang investasi yang berkualitas dan berdampak langsung pada pembangunan nasional,” ujarnya.

Dia menilai langkah Presiden Prabowo yang hadir didampingi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menunjukkan keseriusan pemerintah. Terutama dalam menata dan mengelola investasi secara lebih profesional, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, Danantara harus menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar sejalan dengan Visi Asta Cita Presiden Prabowo. Khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi, industrialisasi nasional, dan pemerataan pembangunan.

Zulhamdi menegaskan investasi yang dibawa dari forum internasional seperti WEF tidak boleh sekadar berorientasi pada angka dan pertumbuhan ekonomi semata. Dia menekankan pentingnya kualitas investasi.

“Akselerasi pembangunan harus dibangun di atas fondasi investasi yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan nasional,” tambahnya.

Dia juga menyoroti pentingnya orientasi keberlanjutan lingkungan hidup dalam setiap agenda investasi. Di tengah dunia yang sedang menghadapi krisis iklim global, Zulhamdi menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk mendorong investasi hijau dan berkelanjutan.

“Investasi hari ini tidak boleh menjadi beban ekologis di masa depan. Pembangunan harus selaras dengan perlindungan lingkungan hidup dan agenda transisi energi,” tegasnya.

(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Toko Gadai di Jaksel Dibobol Maling, Belasan HP Senilai Rp 88 Juta Raib
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bisa Menabung dan Investasi, Begini Cara Mengelola Gaji UMR
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Tak Tayang di TV, Ini Link Live Streaming Liga Champions Inter Milan vs Arsenal yang Sedang Berlangsung
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Ekonom Wanti-Wanti Aksi Trump Bisa Ditiru China
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Wanita Perkosa Wanita di Mojokerto Laporkan Korban, Ngaku Ditipu Rp 98 Juta
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.