Jakarta: Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalokasikan Rp93 miliar untuk pemulihan UMKM yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Jakarta, Selasa, mengatakan dana tersebut diambil dari pagu awal anggaran 2026 sebesar Rp546 miliar, sehingga setelah konsolidasi pagu akhir Kementerian UMKM menjadi Rp453 miliar.
“Jadi ada kebijakan untuk mengkonsolidasi anggaran dari Rp546 miliar nanti akan dipersiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi saudara kita yang tertimpa bencana Sumatra,” ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, dilansir dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
Maman menjelaskan anggaran kementerian sebesar Rp453 miliar tersebut dibagi ke enam pos utama, yakni belanja pegawai sebesar Rp116 miliar, operasional dan pemeliharaan sarana prasarana Rp85 miliar, nonoperasional Rp216 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lembaga Layanan Pengembangan UMKM atau Smesco Rp35 miliar.
Dari pos nonoperasional, Rp166 miliar dialokasikan untuk program nasional dan Rp50 miliar untuk kegiatan strategis kementerian.
Maman menyebutkan program strategis Kementerian UMKM mencakup delapan inisiatif, yaitu Sapa UMKM, Kartu Usaha, Holding UMKM, keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis, kemitraan dan hilirisasi, perluasan akses pembiayaan, Entrepreneur Hub, serta transformasi usaha.
Baca Juga :
Cari Tambahan Modal Usaha Toko Kelontong? Pinjaman KUR BRI Jadi Solusi(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Bentuk Klinik UMKM Bangkit Lebih lanjut, Maman menuturkan dalam rangka pemulihan ekonomi pasca bencana, Kementerian UMKM juga membentuk Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi.
Di Aceh, klinik didirikan di lima kabupaten, yakni Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Di Sumatra Utara, klinik dibuka di Tapanuli Tengah dan Kota Medan. Sementara di Sumatra Barat hanya satu lokasi di Kota Padang.
Menurut Maman, jumlah klinik terbanyak ditempatkan di Aceh karena tingkat keparahan dampak bencana paling tinggi, disusul Sumatra Utara, sedangkan Sumatra Barat diperkirakan lebih cepat pulih.
Ia memaparkan Klinik UMKM Bangkit akan memberikan tiga layanan utama, yaitu layanan pembiayaan berupa relaksasi pinjaman dan dukungan modal, layanan belanja produk lokal untuk membuka akses pasar bagi UMKM, serta layanan produksi yang menawarkan solusi alternatif bagi UMKM yang tidak dapat melanjutkan kegiatan usaha.
Maman menegaskan, pemulihan ekonomi pascabencana tidak bisa selesai dalam hitungan minggu atau bulan, melainkan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun.



