Washington, VIVA – Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden AS Donald Trump terpaksa membatalkan penerbangan menuju Swiss pada Selasa, dan kembali ke Washington DC setelah mengalami apa yang oleh pejabat disebut sebagai "masalah listrik kecil".
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan keputusan untuk kembali diambil tidak lama setelah pesawat lepas landas. Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan "sebagai tindakan pencegahan" setelah awak pesawat mendeteksi adanya gangguan teknis.
Seorang reporter Gedung Putih yang turut serta dalam penerbangan tersebut melaporkan bahwa lampu di kabin pers Air Force One sempat padam sesaat setelah lepas landas. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut yang diberikan kepada awak media pada saat itu.
- Ist
Setelah mendarat kembali, Trump diperkirakan akan berpindah ke pesawat kedua sebelum melanjutkan perjalanan menuju Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.
Dua pesawat yang saat ini digunakan sebagai Air Force One telah beroperasi hampir selama empat dekade. Upaya Boeing untuk mengirimkan pesawat pengganti terus mengalami penundaan berulang.
Isu seputar armada kepresidenan kembali mencuat pada 2025 ketika keluarga penguasa Qatar menghadiahkan sebuah pesawat Boeing 747-8 mewah kepada Trump untuk ditambahkan ke armada kepresidenan. Langkah tersebut menuai sorotan luas, sementara pesawat itu kini tengah dimodifikasi agar memenuhi standar keamanan Amerika Serikat.
Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat pada Selasa malam, Leavitt sempat berkelakar bahwa jet asal Qatar tersebut terdengar “jauh lebih baik” saat ini.
Perubahan jadwal yang tidak direncanakan ini diperkirakan akan menunda kedatangan presiden di Davos. Forum tersebut berlangsung di tengah bayang-bayang ancaman Trump untuk memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland, wilayah yang tetap ingin ia rebut.
Trumppada Senin malam mengatakan kepada wartawan, "Begini saja: ini akan menjadi Davos yang sangat menarik." Sebelumnya, dalam konferensi pers panjang yang menandai satu tahun masa jabatannya, ia ditanya seberapa jauh langkah yang akan diambil untuk mendapatkan Greenland dan hanya menjawab: "Anda akan mengetahuinya."



