Alvaro Arbeloa baru tiga laga duduk di kursi panas Real Madrid. Tapi, sudah ada aroma manis yang ia tebarkan. Di bawah komandonya, Los Blancos menghajar AS Monaco dengan skor telak 6-1 di pentas Liga Champions. Kemenangan ini sekaligus jadi yang kedua untuk Arbeloa, setelah sebelumnya menaklukkan Levante 2-0 di La Liga. Memang ada sedikit noda lewat kekalahan 2-3 dari Albacete di Copa del Rey, tapi hasil di ajang paling bergengsi Eropa itu jelas yang paling menyenangkan.
Panggung Debut yang Selalu Berbuah KemenanganRupanya, apa yang dilakukan Arbeloa bukanlah hal baru. Ada semacam tradisi tersembunyi di Santiago Bernabeu, di mana para pelatih kerap meraih kemenangan pada laga debut mereka di Liga Champions. Tren positif ini sudah berlangsung cukup lama, menciptakan catatan yang cukup mengesankan.
Namun begitu, tidak semua pelatih langsung merasakannya. Sebelum tren ini dimulai, Fabio Capello justru mengalami debut pahit. Saat kembali ke Madrid pada 2006, timnya tumbang 0-2 dari Lyon. Tapi, sejak saat itulah segalanya berubah.
Gelombang kemenangan debut dimulai oleh Bernd Schuster. Di bulan September 2007, ia membawa Madrid menang 2-1 atas Werder Bremen. Setelahnya, Juande Ramos melanjutkan tradisi ini dengan kemenangan 3-0 atas Zenit St. Petersburg setahun kemudian. Manuel Pellegrini pun tak mau ketinggalan. Di bawah asuhannya, Madrid menang 5-2 saat berkunjung ke markas FC Zurich.
Era Pelatih Top dan Skor-Skor BesarKemudian datanglah Jose Mourinho. Karismanya langsung terasa. Di laga Champions pertamanya, Los Blancos menang 2-0 atas Ajax Amsterdam di Bernabeu. Suasana makin panas ketika Carlo Ancelotti mengambil alih. Debutnya sungguh spektakuler: kemenangan 6-1 atas Galatasaray. Kebetulan yang menarik, skor inilah yang baru saja diulang Arbeloa.
Menurut sejumlah saksi mata, atmosfer di stadion kala itu benar-benar elektrik. Tradisi ini seolah tak terbendung. Rafael Benitez, yang menggantikan Ancelotti, juga langsung menang. Madrid menghancurkan Shakhtar Donetsk 4-0, dengan Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick dan Karim Benzema menyumbang satu gol.
Zinedine Zidane, sang legenda, pun tak mau memutus rantai kemenangan. Di periode pertamanya sebagai pelatih, ia membawa timnya menang 2-0 atas AS Roma di babak 16 besar. Bahkan Julen Lopetegui yang tak lama menjabat, sempat mencatatkan kemenangan 3-0 atas Roma juga di tahun 2018.
Di sisi lain, ada juga peran Santiago Solari. Awalnya ia hanya jadi pelatih sementara, tapi berhasil menang besar 5-0 atas Viktoria Plzen. Setelah diangkat tetap, kemenangan 2-0 atas Roma kembali ia persembahkan.
Dari Alonso Kembali ke ArbeloaSetelah era Solari berakhir dan Madrid mengalami periode kedua di bawah Zidane dan Ancelotti, datanglah Xabi Alonso pada 2025. Tekadnya jelas: meneruskan tradisi. Dan ia berhasil. Di laga debut Champions-nya, Madrid mengamankan kemenangan 2-1 atas Olympique Marseille.
Kini, dengan kemenangan Arbeloa atas Monaco, tradisi manis itu masih tetap hidup. Catatan panjang ini menunjukkan betapa kuatnya mental tim ini di ajang yang mereka sangat kuasai. Berikut daftar lengkap kemenangan debut para pelatih Madrid di Liga Champions:
- Bernd Schuster: Real Madrid 2-1 Werder Bremen
- Juande Ramos: Real Madrid 3-0 Zenit
- Manuel Pellegrini: FC Zurich 2-5 Real Madrid
- Jose Mourinho: Real Madrid 2-0 Ajax
- Carlo Ancelotti: Galatasaray 1-6 Real Madrid
- Rafael Benitez: Real Madrid 4-0 Shakhtar Donetsk
- Zinedine Zidane: AS Roma 0-2 Real Madrid
- Julen Lopetegui: Real Madrid 3-0 AS Roma
- Santiago Solari: Viktoria Plzen 0-5 Real Madrid
- Xabi Alonso: Real Madrid 2-1 Olympique Marseille
- Alvaro Arbeloa: Real Madrid 6-1 AS Monaco
Jadi, tekanan untuk menang di laga pertama Champions bukanlah kutukan bagi pelatih Madrid. Justru sebaliknya, itu sudah jadi bagian dari warisan klub. Sebuah warisan yang, setidaknya untuk sekarang, masih terjaga dengan baik.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3938377/original/044594100_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-8.jpg)