JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berharap agar Presiden Prabowo Subianto tetap membiarkan anak buahnya di Partai Gerindra ditangkap KPK jika terlibat korupsi.
“Saya berharap Presiden juga akan terus seperti ini. ‘Biarin, meskipun anak buah saya, enggak ada urusan, ambil aja kalau korupsi’,” kata Mahfud dikutip Kompas.com dari kanal YouTube-nya, Rabu (21/1/2026).
Kompas.com telah mendapatkan izin dari Mahfud untuk mengutip pernyataannya dari kanal YouTube Mahfud MD Official.
Baca juga: OTT 2 Kepala Daerah, Mahfud MD: Saya Hormat ke Pemerintah, Tidak Intervensi KPK
Dengan begitu, Mahfud memuji pemerintah karena tidak mengintervensi KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun dan Bupati Pati Sudewo.
“Saya juga hormat kepada pemerintah. Karena tidak mengintervensi. Enggak ada peringatan apa-apa, enggak ada teguran gitu,” ucap Mahfud.
Menurut Mahfud, biasanya pemerintah kerap bertanya-tanya jika KPK menggelar OTT tanpa ada pemberitahuan.
“Iya, meskipun tidak partai politik, biasanya pemerintah kan, ‘Loh kok terjadi begitu? Kok saya tidak diberitahu?'. Nah berarti ini mungkin sudah diberitahu dan membiarkan. ‘Silakan kalau korupsi. diambil’, kan gitu,” jelas dia.
Baca juga: KPK OTT Wali Kota Madiun dan Bupati Pati, Mahfud MD: Ada Kemajuan, Saya Salut
Ia menilai, sikap pembiaran itu bisa diartikan sebagai bentuk ketidakinginan untuk melindungi pihak yang terlibat korupsi, meskipun berasal dari lingkungan kekuasaan.
Mahfud pun menyinggung status Sudewo sebagai kader Partai Gerindra, partai yang sama dengan Presiden Prabowo Subianto.
Mahfud menyebut, apabila kepala negara ingin melindungi kadernya, hal itu sebenarnya bisa dilakukan.
“Tapi oleh Presiden biarin aja. Dan bagi saya itu akan lebih bagus bagi Gerindra,” ucap dia.
Ia menambahkan, meskipun yang terjerat hukum adalah kader atau kepala daerah dari Gerindra, partai tersebut masih memiliki banyak figur lain yang dapat melanjutkan peran politik dan kepemimpinan.
Baca juga: Gerindra Segera Putuskan Nasib Sudewo Usai Ditetapkan Tersangka KPK
Menurut Mahfud, sikap tidak ikut campur dalam proses hukum justru dapat membangun simpati dan kepercayaan publik terhadap Gerindra.
“Saya juga hormatlah pada Gerindra tidak ikut campur. Presiden juga tidak marah-marah ada Bupatinya ditangkap. Dan dalam situasi begini, sulit membayangkan itu ya, kalau misalnya KPK itu betul-betul diam-diam. Menurut saya sulit membayangkan. Pasti dia sudah memberi isyarat-isyarat, tapi dibiarkan aja, kalau salah ambil aja kan gitu,” jelas dia.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F19%2F85ce034db564155e7e2a1b02891658d2-20260119wer1.jpg)

