Profil Usaha Darma Henwa (DEWA), Emiten Grup Bakrie yang Dapat SP1 dari BEI

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyedot perhatian investor pasar modal karena harga sahamnya yang melambung tinggi beberapa bulan belakangan. Kini, emiten Grup Bakrie itu justru mendapat teguran dari Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran belum menyampaikan laporan keuangan periode kuartal ketiga 2025.

Setelah BEI melayangkan surat peringatan tingkat pertama ke DEWA, harga sahamnya terpantau terkoreksi 4,55% atau 35 poin ke level Rp 735 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (21/1). Kendati demikian, bila melihat pergerakan harga sahamnya tiga bulan terakhir, harga saham DEWA naik drastis 132,18%. Dalam periode satu tahun ke belakang, harga sahamnya bahkan telah meroket 539,13%.

Dalam pengumuman Nomor Peng-S-00001/BEI.PLP/01-2026, BEI menjatuhkan sanksi administratif dengan memberikan surat peringatan pertama (SP1) kepada DEWA. Itu karena hingga periode 31 Desember 2025, perseroan belum menyampaikan laporan keuangannya. BEI juga mengingatkan potensi denda bagi emiten yang tetap tidak patuh.

Dalam pantauan Katadata di keterbukaan informasi BEI dan laman resmi perusahaan, hingga hari ini DEWA memang belum merilis laporan keuangan tersebut. Padahal, laporan itu penting dicermati oleh para investor untuk menilai sisi fundamental perusahaan berdasarkan kinerjanya setiap tiga bulan.

Profil Singkat Usaha DEWA

Darma Henwa (DEWA) adalah perusahaan yang terafiliasi dalam gurita bisnis Grup Bakrie. Emiten ini menjalankan bisnis sebagai kontraktor pertambangan dan energi. Adapun saat ini lini usaha perseroan mencakup kontrak alat berat, kontrak aktivitas pertambangan, kontrak pengupasan bumi, serta kontrak sipil dan pemeliharaannya.

Mengacu laporan kepemilikan efek di atas 5% per Desember 2025, struktur pemegang saham DEWA terdiri atas pengendali perseroan yaitu Zurich Assets International Ltd yang menggenggam sebanyak 6,17% dari total saham DEWA yang beredar saat ini.

Kemudian Goldwave Capital Limited memiliki sebanyak 9,37% saham, PT CGS International Sekuritas Indonesia memiliki sebanyak 5,52% saham, CIMB Securities Limited menguasai 6,38% saham, dan PT Andhesti Tungkas Pratama yang memiliki sebanyak 8,54% saham. Sementara itu, porsi saham publik adalah sebanyak 63,08%. 

Apabila menilik profil perusahaan, DEWA memiliki visi menjadi perusahaan regional pilihan dalam penyedia layanan pertambangan yang terintegrasi. Adapun saat ini DEWA memiliki 12 kegiatan operasional di industri kontraktor yang membantu DEWA melaksanakan bisnisnya dari tahap awal hingga akhir sebagai kontraktor. 

Di tahap awal, DEWA akan pembuka lahan untuk proses pengambilan atau pembersihan pohon dan partikel lainnya yang tumbuh pada permukaan lahan yang akan ditambang dengan tujuan untuk membersihkan daerah tambang, supaya kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan mudah.

Kegiatan selanjutnya adalah pengerukan tanah pucuk yang dilakukan untuk menghilangkan lapisan atas menggunakan buldoser, ekskavator, dan dump truck.

Tahap selanjutnya adalah pengeboran untuk pembangunan instalasi pertambangan, peledakan untuk menghancurkan material pertambangan, pengupasan lapisan tanah dan melakukan penimbunan batuan penutup.

Setelah itu, barulah perseroan melakukan kegiatan penambangan batu bara dan pengangkutan batu bara (rom of coal) dari daerah penambangan menuju stockpile tempat penumpukkan sementara. Batu bara tersebut kemudian diangkat dan diarahkan menuju proses loading menggunakan wheel loader atau ekskavator, atau dump truck.

Di kegiatan akhir, DEWA akan melakukan vegetasi dan rehabilitasi dengan penanaman kembali hutan yang telah digunakan sebagai kegiatan pertambangan

Selain itu, DEWA juga memiliki infrastruktur pertambangan dan jasa lainnya, antara lain konstruksi jalan dan jembatan, installation mineral dressing plant, earthworks, eksplorasi pengeboran dan jasa manajeman konsultan sipil.

Dalam peta wilayah operasional, DEWA saat ini beroperasi untuk tiga perusahaan di pulau Kalimantan. Antara lain adalah proyek Bengalon Coal dari PT Kaltim Prima Coal, proyek land clearing untuk PT Batuta Chemical industria Park dan PT Dire Pratama. Sebelumnya, DEWA terpantau juga menjadi kontraktor untuk proyek PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai proyek sebesar US$ 1 juta.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pamerkan Sekolah Rakyat hingga Pengajaran Digital di Hadapan Akademisi Inggris
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Turun 1,24%, Saham ASII-UNTR Babak Belur
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
BTN Dorong REI Sulsel Genjot Rumah Subsidi di 2026
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Cerita Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat ATR: Tidur Sama Jenazah di Lereng Tebing
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Korea Selatan Sebut Korut Bisa Produksi 20 Senjata Nuklir per Tahun
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.