HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Direktur Consumer Banking Bank BTN, Hirwandi Ghafar mengajak Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Sulsel untuk menggenjot realisasi rumah subsidi di tahun 2026 ini.
Hal tersebut seiring besarnya potensi pasar perumahan di luar Pulau Jawa. Ajakan tersebut disampaikan dalam kunjungan perdana Hirwandi ke Sulsel di awal 2026.
Ajakan ini disampaikan langsung oleh Hirwandi pada pertemuan bersama Pengurus DPD REI Sulsel yang dirangkaikan dengan makan malam bersama di Bandar Tuna Makassar pada Senin, 19 Januari 2026 malam.
Hirwandi menilai Sulsel memiliki posisi strategis dalam peta perumahan nasional. Hal ini tercermin dari capaian REI Sulsel yang sempat menempati peringkat ketiga nasional penyaluran rumah subsidi terbanyak sepanjang 2025.
“Ini bukti bahwa Sulsel bukan hanya pasar potensial, tetapi sudah menjadi kontributor nyata dalam program perumahan nasional. BTN ingin potensi ini terus ditingkatkan pada 2026,” ujar Ketua DPD REI Sulsel Mahmud Lambang.
Dalam pertemuan tersebut, BTN tidak hanya mendorong pencapaian target, tetapi juga membuka ruang dialog terbuka dengan para pengembang.
REI Sulsel menyampaikan secara langsung kendala-kendala yang dihadapi pengembang, baik yang berkaitan dengan end user, proses pembiayaan, maupun hambatan struktural seperti perizinan dan ketersediaan lahan.
Isu Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi sorotan utama. Penetapan kawasan ini dinilai membatasi ruang gerak pengembang dalam menyediakan rumah subsidi, tidak hanya di Sulsel, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Mahmud Lambang menyambut baik komitmen BTN untuk memperkuat sinergi dengan pengembang. Namun ia menegaskan bahwa tantangan di lapangan semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengapresiasi dukungan BTN yang konsisten terhadap sektor perumahan subsidi. Namun di sisi lain, pengembang dihadapkan pada persoalan perizinan yang masih panjang serta keterbatasan lahan akibat penetapan LSD dan LP2B. Kondisi ini sangat memengaruhi keberlanjutan proyek rumah subsidi,” kata Mahmud.
Menurut Mahmud, REI Sulsel selama ini berupaya menjaga keseimbangan antara target pembangunan perumahan dan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang.
Ia berharap ke depan ada sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah agar program rumah subsidi tetap berjalan tanpa mengorbankan kepastian usaha pengembang.
“Dengan komunikasi yang intensif antara BTN, REI, dan pemerintah daerah, kami optimistis target rumah subsidi 2026 dapat tercapai. Sulawesi Selatan siap kembali menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar rumah subsidi nasional,” tegasnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen BTN dan REI Sulsel untuk memperkuat kolaborasi dalam menjawab kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan perumahan di luar Pulau Jawa.(ams)



