Kementerian Haji (Kemenhaj) menggelar pelatihan kepada calon petugas haji 2026. Pelatihan dilakukan dengan cara semi militer.
"Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap yaitu sesi luring tanggal 10 sampai dengan 30 Januari dan sesi daring mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Februari," kata Menteri Haji (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf dalam rapat kerja di Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dia mengatakan pelatihan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kondisi fisik petugas haji 2026. Dia mengatakan calon petugas haji juga dilatih untuk memahami medan tugas di Arab Saudi.
"Kenapa kita lakukan secara semi militer karena kita memerlukan mereka fisik siap, kita memerlukan disiplin mereka siap, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita. Adapun diklat PPIH kloter akan dilaksanakan di asrama haji embarkasi masing-masing," ujarnya.
Gus Irfan mengatakan 99% data petugas sudah diinput ke platform Nusuk milik Arab Saudi. Kemenhaj sedang melakukan rekrutmen petugas pendukung di Arab Saudi.
"Perlu kami sampaikan bahwa per 20 Januari 2026 sebanyak 4.377 dari 4.418 atau 99,1% data petugas sudah diinput di platform Nusuk Masar," sebutnya.
Gus Irfan menjelaskan ada peningkatan kuota petugas haji perempuan untuk tahun ini. Dia berharap hal itu bisa mewujudkan haji yang lebih ramah bagi jemaah perempuan.
"Kemudian peningkatan jumlah kuota petugas haji perempuan lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini sesuai dengan apa yang kita harapkan bahwa tahun ini adalah haji ramah perempuan," tuturnya.
(ial/haf)





