Tambang Batu Bara Terakhir di Ceko Tutup Usai 250 Tahun Beroperasi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tambang batu bara terakhir di Ceko akan tutup usia pada akhir Januari 2026, setelah beroperasi lebih dari 250 tahun. Kondisi ini menjadi mimpi buruk bagi industri penyokongnya.

Mengutip Reuters, ton terakhir diangkut bulan ini dari sumur sedalam satu kilometer (km) di tambang CSM di Stonava, dekat perbatasan Polandia. Karena harga batu bara yang rendah dan transisi industri serta lingkungan Eropa mengurangi permintaan akan sumber daya yang dulunya paling berharga di wilayah tersebut.

Tambang tersebut dikabarkan akan ditutup tiga tahun lalu, hingga invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 menyebabkan pasar energi melonjak dan memberi tambang tersebut perpanjangan waktu yang singkat.

Untuk terakhir kalinya, para penambang berderap memasuki kegelapan di kereta bawah tanah, lampu kepala mereka berkedip-kedip di antara penyangga baja saat mesin-mesin mengebor ke permukaan batu bara.

"Sangat menyedihkan bahwa tambang ini akan ditutup, Ini pekerjaan berat tetapi pekerjaan yang baik. Aku akan merindukan pekerjaan ini, aku akan merindukan mesin pemotong batubara,” kata seorang penambang Polandia Grzegorz Sobolewski dikutip dari Reuters, Rabu (21/1).

Direktur Ostravsko-karvinské doly (OKD), Roman Sikora, mengatakan kedalaman tambang tersebut telah menjadi kelemahannya.

"Harga batu bara global rendah, sementara biaya penambangan kita semakin besar seiring dengan semakin dalamnya kedalaman penambangan," katanya.

Pusat Industri Menghadapi Masa Depan Setelah Batu Bara

Penambangan di wilayah Osrava dimulai pada akhir abad ke-18 dan mengubah sudut pedesaan kekaisaran Habsburg menjadi sebuah kawasan industri,

Para investor, termasuk keluarga Rothschild, membiayai proyek-proyek industri besar seperti jalur kereta api, pabrik baja, dan infrastruktur pendukung, membantu menarik puluhan ribu pekerja ke wilayah yang kemudian menjadi pusat industri berat yang sangat kuat.

Industri ini mendapat dorongan lain setelah nasionalisasi oleh Komunis pada tahun 1948. Pada tahun 1980-an, lebih dari 100.000 penambang bekerja di wilayah tersebut dan OKD menghasilkan hingga 25 juta metrik ton per tahun.

Sebagian besar dunia itu runtuh setelah tahun 1989 ketika industri berat era komunis hancur, tambang-tambang ditutup satu per satu dan puluhan ribu penambang kehilangan mata pencaharian mereka.

Ketika perusahaan swasta OKD bangkrut satu dekade lalu, negara mengambil alihnya untuk melikuidasi operasinya. Hingga Oktober lalu, OKD hanya menambang 1,1 juta ton sepanjang tahun dan mengurangi jumlah karyawannya menjadi 2.300 orang, dengan 1.550 orang lainnya akan diberhentikan dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom Jan Belardi dari Universitas Tekriik Ostrava mengatakan, tahun 1990-an dan awal 2000-an adalah tahun-tahun tersulit, karena wilayah tersebut bergulat dengan PHK massal dan lambatnya kedatangan industri baru.

Saat ini, tingkat pengangguran berada di angka 6,6 persen dan masih di atas rata-rata nasional, tetapi jauh dari tingkat kemerosotan pasca-komunis, didukung oleh skema pelatihan ulang dan investor asing yang tertarik ke wilayah tersebut setelah Republik Ceko bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004,

"Karena berbatasan dengan Polandia dan Slovakia, wilayah ini mengalami arus masuk investasi asing langsung yang signifikan, seperti Hyundai dari Korea Selatan," katanya.

Penambangan juga meninggalkan dampak lingkungan, termasuk laguna atau tanah yang tercemar, dan instalasi permukaan bekas tambang.

Menurut Belardi, wilayah tersebut menerima 19 miliar krona Jerman atau setara dengan 907,96 juta dolar AS dari dana Transisi Adil Uni Eropa untuk transformasi wilayah yang terdampak oleh kebijakan dekarbonisasi blok tersebut.

Di Polandia, penambangan batu bara hitam masih mempekerjakan 70.000 orang, dan serikat pekerja telah memenangkan janji untuk melanjutkan penambangan hingga tahun 2049. Di bagian barat Republik Ceko, penambangan batubara lignit di permukaan diperkirakan akan berlanjut selama beberapa tahun lagi.

OKD sendiri berupaya membentuk masa depan di atas tanah. Perusahaan ini bertujuan untuk tetap aktif dalam perdagangan batubara dan mengembangkan usaha baru termasuk taman baterai, pusat data, dan pembangkit listrik kecil berbahan bakar metana yang menggunakan gas yang merembes dari sumur-sumur lama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Medan Ekstrem, Tim SAR Gunakan Vertical Rescue Evakuasi Korban Pesawat ATR di Bulusaraung Pangkep
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Anggota DPRD Kudus Terjerat Kasus Judi, Divonis Kerja Sosial 60 Jam
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Bersejarah di Montevideo, Uruguai Juara Piala Dunia Pertama
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Punya Kantor Baru, Megawati Institute Diharapkan Jadi Pusat Kajian Kebijakan Strategis
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Menuju Usia 75 Tahun, Sido Muncul Tegaskan Komitmen Jaga Mutu dan Keamanan Produk Berbasis Riset Ilmiah
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.