FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mulai menyusun proyek ambisius untuk memperkuat skuad Green Force menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025–2026.
Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim pada putaran pertama, pelatih asal Portugal itu disebut menyiapkan langkah besar demi mengangkat daya saing Persebaya dalam perburuan gelar juara.
Fokus utama Tavares dalam agenda transfer kali ini mengarah pada sektor pertahanan, khususnya pencarian bek tengah berkaki kiri atau left-footed center-back.
Kebutuhan tersebut dinilai krusial untuk menunjang filosofi permainan yang mengandalkan build-up dari lini belakang, sekaligus meningkatkan stabilitas pertahanan yang masih inkonsisten sepanjang putaran pertama.
Bernardo Tavares dikabarkan telah menyerahkan daftar pemain incaran kepada manajemen Persebaya dengan kriteria yang sangat spesifik.
Sosok bek tengah ideal versi Tavares harus memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, ketenangan dalam penguasaan bola, serta kepemimpinan kuat di lini belakang. Profil ini dianggap penting untuk memastikan transisi bertahan ke menyerang berjalan lebih efektif.
Dalam konteks itu, nama Yuran Fernandes mencuat sebagai target utama. Bek asal Tanjung Verde tersebut bukan sosok asing bagi Bernardo Tavares. Keduanya memiliki sejarah kerja sama erat saat membawa PSM Makassar menjuarai liga.
Yuran dikenal sebagai bek tangguh dengan karakter pemimpin serta pemahaman taktik yang sesuai dengan gaya bermain Tavares. Kedekatan profesional inilah yang membuat Persebaya disebut siap melakukan segala cara untuk memboyong Yuran dari PSM Makassar.
Kehadiran Yuran Fernandes diproyeksikan menjadi solusi atas persoalan di jantung pertahanan Persebaya yang kerap kehilangan konsistensi. Dengan pengalaman dan kualitasnya, Yuran diharapkan mampu menjadi fondasi baru lini belakang sekaligus memberikan rasa aman bagi lini tengah dan depan untuk bermain lebih agresif.
Langkah agresif di bursa transfer ini juga membawa konsekuensi pada komposisi pemain asing yang saat ini dimiliki Persebaya. Meski Green Force menutup akhir tahun 2025 dengan kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara, evaluasi tetap dilakukan secara menyeluruh. Sejumlah pemain asing disebut berada dalam posisi rawan dilepas untuk memberi ruang bagi rekrutan baru yang sesuai kebutuhan taktik pelatih.
Salah satu sorotan tertuju pada penyerang Mihailo Perovic. Dalam laga melawan Persijap Jepara, Perovic mencetak gol ketiga, namun selebrasi menutup telinga yang dilakukannya memunculkan spekulasi. Gestur tersebut dinilai sebagai respons emosional terhadap kritik yang selama ini dialamatkan kepadanya terkait produktivitas gol di putaran pertama.
Selain Perovic, beberapa nama pemain asing lain juga dikabarkan berpotensi dilepas. Nama-nama seperti Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Dime Dimov, dan Milos Raikovic disebut-sebut akan menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran Persebaya pada paruh musim. Keputusan ini sejalan dengan keinginan Bernardo Tavares untuk membentuk skuad yang benar-benar sesuai dengan visinya.
Tak hanya lini belakang, Persebaya juga dikaitkan dengan upaya memperkuat sektor sayap. Klub asal Surabaya itu disebut menaruh minat pada winger Timnas Australia, Craig Goodwin, yang saat ini membela Adelaide United FC. Goodwin dinilai memiliki kualitas dan pengalaman internasional yang mampu meningkatkan daya gedor Green Force.
Namun, upaya mendatangkan Craig Goodwin tidak mudah. Kendala utama terletak pada klausul pelepasan yang mencapai Rp17,38 miliar, ditambah kontrak sang pemain yang masih berlaku hingga 2028. Faktor ini membuat manajemen Persebaya harus melakukan kalkulasi matang sebelum mengambil keputusan.
Dengan proyek ambisius yang disusun Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan untuk bersaing di papan atas Super League 2025–2026. Bursa transfer paruh musim dipastikan menjadi momen krusial bagi Green Force untuk menentukan arah perjalanan mereka dalam perebutan gelar juara. (zak/fajar)




