Minggu malam nanti, pukul 19.30 WIB, MAPEI Stadium akan jadi saksi sebuah pertarungan seru. Sassuolo menjamu Cremonese dalam lanjutan pekan ke-22 Serie A. Bukan cuma soal perebutan poin, tapi juga kebanggaan nasional. Dua pilar Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Emil Audero, bakal berhadap-hadapan langsung di lapangan hijau.
Duel Ulang yang Penuh CeritaIni bukan pertama kalinya mereka bertemu. Pada pertemuan pertama musim ini, Agustus lalu di Stadion Giovanni Zini, Cremonese menang tipis 3-2. Saat itu, baik Idzes maupun Audero bermain penuh 90 menit. Pertandingan akhir pekan ini jelas jadi ajang balas dendam untuk Jay dan Sassuolo.
Kedua pemain ini memang punya peran sentral di skuad Garuda. Jay Idzes, sang kapten, sudah mengoleksi 16 caps. Sementara Emil Audero, meski baru bergabung, sudah tampil meyakinkan dalam 4 penampilan. Duel mereka di Italia pasti akan disorot tajam oleh para fans di tanah air.
Bang Jay: Batu Karang Pertahanan SassuoloMari kita tilik dulu performa Jay Idzes. Dia didatangkan Sassuolo musim panas 2025 lalu, berduet dengan Fali Candé dari Venezia. Awalnya, ia melewatkan laga pertama saat timnya tumbang dari Napoli. Tapi setelah itu? Hampir mustahil untuk menyingkirkannya dari starting eleven.
Fakta statistiknya cukup mencengangkan. Dari 20 penampilan, semuanya ia mulai sebagai starter. Hanya sekali ia diganti, itu pun di menit ke-89 saat Sassuolo dibantai Juventus 0-3 awal Januari lalu. Total, pria yang akrab disapa Bang Jay ini sudah bermain 1.799 menit.
“Jay Idzes dan Tarik Muharemovic adalah partnership yang solid di jantung pertahanan kami,” ujar seorang analis klub. Memang, di bawah kawalannya, Sassuolo berhasil mencatat empat clean sheet. Gawangnya kebobolan 26 gol, tapi perannya sebagai pemimpin pertahanan tak terbantahkan.
Emil Audero: Dinding Terakhir yang TangguhDi sisi lain, Emil Audero juga punya cerita gemilang. Kiper berusia 29 tahun ini langsung jadi andalan Cremonese sejak dipinjam dari Como 1907. Pelatih Davadia Nicola tampaknya sangat percaya padanya.
Meski sempat cedera dan absen di empat laga, performanya tetap stellar. Dari 17 penampilan, ia sudah mencatat enam clean sheet dan kebobolan 21 gol. Dalam 1.530 menit bermain, ia bahkan empat kali dinobatkan sebagai man of the match.
“Dia kiper dengan insting yang luar biasa,” tutur seorang pengamat. Rating rata-ratanya per laga mencapai 7,24, menempatkannya di jajaran kiper terbaik Serie A. Bahkan, rata-rata penyelamatannya yang mencapai 4.3 saves per laga adalah yang tertinggi di liga saat ini. Pencapaian itu mengungguli rekor Mile Svilar musim lalu.
Ia pernah menggagalkan penalti Kenan Yildiz, walau akhirnya bola masuk juga dari pantulan. Tapi momen itu menunjukkan refleksnya yang masih tajam.
Siapa yang Akan Bersinar?Jadi, pertanyaannya sekarang: siapa yang bakal lebih menyala di MAPEI Stadium nanti? Apakah Jay Idzes bisa memimpin lini belakang Sassuolo untuk membungkam serangan Cremonese? Atau justru Emil Audero yang akan menjadi penghalang dengan sejumlah penyelamatan krusial?
Yang pasti, duel ini jauh lebih dari sekadar pertandingan liga biasa. Ada kebanggaan, rivalitas sehat, dan tentu saja, harapan seluruh bangsa Indonesia yang tertumpu pada kedua pemain andalannya. Layak untuk tidak dilewatkan.



