Kapolri Minta Direktorat PPA-PPO Atasi Modus Operandi Sindikat Internasional-Jalur Ilegal

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Direktorat PPA-PPO memberantas sindikat internasional yang melakukan perdagangan orang yang berujung pada kekerasan. Jenderal Sigit juga meminta Direktorat PPA-PPO mempelajari modus operandi mereka.

Awalnya, Jenderal Sigit menyoroti tentang maraknya aksi perdagangan orang di dunia yang modus paling banyaknya adalah iming-imingi pekerjaan untuk korban. Namun, bukannya memberikan pekerjaan korban malah diperas atau bahkan mengalami pemaksaan hingga kekerasan.

"Mau tidak mau Direktorat PPA dan PPO walaupun dibentuk baru namun yang dihadapi sindikat internasional, sehingga saya harapkan rekan-rekan segera mempersiapkan diri untuk bisa mengejar, kemudian bisa mengetahui modus-modus mereka, bisa bermitra dengan seluruh stakeholder yang ada, tentunya kita kerja sama dengan jaringan counterpart di luar negeri," ucap Jenderal Sigit saat meresmikan Ditres PPA-PPO pada 11 Polda dan 22 Polres di Bareskrim Polri, Rabu (21/1/2026).

Jenderal Sigit mengapresiasi saat ini sudah banyak korban yang berani melapor. Hal ini dibuktikan dengan tren peningkatan pelaporan.

"Mungkin karena masyarakat yang mulai berani melapor, terima kasih juga penyelesaiannya sangat bagus atau naik 107,6% dibandingkan tahun 2021, dan mudah-mudahan dibentuknya direktorat tingkat polda dan satker di tingkat polres harapan kita gunung es bisa mencair," ucapnya.

"Artinya kita bisa masuk lebih dalam fakta di lapangan yang saya yakin jauh lebih banyak, namun sekali lagi karena keengganan melapor hal-hal seperti ini seolah-olah di permukaan normal tak terjadi apa-apa," lanjutnya.

Baca juga: Korlantas Polri dan Senkom Mitra Polri Perkuat Fungsi Lalu Lintas, Solid Layani Masyarakat

Jenderal Sigit mengungkapkan berbagai macam modus operandi yg terjadi di 2025 untuk TPPO 403 kasus, tersangka ada 505 orang mulai dari PMI ilegal, PSK anak, PSK dewasa, ABK, pengantin pesanan.

"Rata-rata korbannya baik perempuan maupun laki-laki, biasanya perempuan hal-hal yang bersifat dijanjikan pekerjaan, sama juga laki-laki, artinya ini adalah tantangan ke depan yang akan dihadapi rekan-rekan, oleh karena itu saya mohon rekan-rekan siapkan diri sebaik-baiknya, walaupun ini direktorat baru namun siap bekerja profesional," imbuhnya.

Baca juga: Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Perlindungan Perempuan-Anak

Jenderal Sigit mengatakan terkadang masalah perdagangan orang ini muncul karena korban mencari pekerjaan melalui jalur ilegal. Dia meminta Direktorat PPO-PPA mewaspadai hal ini.

"jalur-jalurnya kita sudah tahu, dari luar kawasan, masuk melalui Afghanistan, Bangladesh, dan Somalia menuju Asia Tenggara. Kemudian di Asia Tenggara dari Indonesia biasanya lewat melalui Malaysia, kadang Singapura, baru ke negara tujuan seperti Kamboja, Laos, beberapa juga ada yang ke Saudi," ucapnya.

Baca juga: Kakorlantas Minta Jajaran Fokus Hadapi Operasi Ketupat 2026, Ikhlas Layani Masyarakat




(dek/zap)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Larry the Cat Bikin Diplomasi Prabowo–PM Starmer Makin Cair di Downing Street Inggris
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Prabowo imbas Bencana Sumatera
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Patgulipat Kasus Suap Jabatan: dari Bupati Pati Sudewo, Camat hingga Kepala Desa
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Belasan Tiang Listrik Roboh di Mandalika, Bupati Lombok Tengah Kerahkan 5 OPD
• 7 jam lalusuara.com
thumb
170 Miliar Dolar Investasi Saudi Membanjiri Ekonomi Amerika
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.