Pramono Bakal Terapkan WFH Jika Jakarta Kembali Banjir

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) apabila banjir melanda ibu kota. Kebijakan serupa juga bakal diterapkan di sekolah apabila terdampak banjir.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan menerapkan WFH untuk karyawan dan belajar dari rumah untuk siswa yang terdampak banjir. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya aktivitas masyarakat yang terhambat ketika cuaca ekstrem melanda Jakarta. 

Baca Juga
  • Kurangi Risiko Banjir, Sudin SDA Jaksel Lakukan Pengerukan Sedimen Kali Cideng
  • Banjir Pekalongan Belum Surut, Hampir 2.000 Warga Masih Mengungsi
  • PLN Gratiskan Listrik Enam Bulan untuk Huntara Korban Banjir Aceh

"Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (cuaca ekstrem) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026). 

Ia mengakui, beberapa hari lalu banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta. Namun, hal itu terjadi ketika akhir pekan, sehingga tidak banyak masyarakat yang beraktivitas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang, sehingga tidak memerlukan work from home," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pihaknya telah memiliki SOP penanganan banjir. Menurut dia, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas ketika terdapat ruas jalan yang tergenang banjir.

"Untuk bisa melakukan rekayasa lalu lintas, mereka harus mengecek ketinggian air, sehingga kendaraan yang akan melintas itu bisa diatur untuk tidak terjebak di tengah-tengah banjir," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengerahkan kendaraan derek atau truk untuk menangani motor yang terjebak banjir. Hal itu dilakukan untuk membantu pengendara agar tidak ada motor yang mogok akibat banjir.

"Kejadian seperti kemarin di Astra misalnya, di Sunter, itu bisa kita lakukan mobilisasi motor dengan kendaraan truk Dishub, dan juga pengaturan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan mereka untuk tidak masuk ke ruas jalan yang tergenang," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Pertimbangkan WFH dan PJJ di Jakarta
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Peluang BI Rate Turun Terbuka, Bos BI Bilang Tergantung Inflasi
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
530 Nama Anak Perempuan Korea Unik Huruf A-Z dan Rangkaiannya
• 9 jam lalutheasianparent.com
thumb
Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal
• 3 jam lalusuara.com
thumb
RI-Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Baru, 1.500 Kapal Ikan Bakal Dibangun
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.