Indonesia memiliki ribuan dongeng cerita rakyat Nusantara yang menawan. Dari Sabang hingga Merauke, cerita dongeng Nusantara tak hanya kaya akan imajinasi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan kasih sayang.
Kisah-kisah dongeng Nusantara bisa menjadi bahan bacaan keluarga yang mendidik dan menyenangkan untuk anak-anak.
Berikut kompilasi cerita dongeng Nusantara terpopuler lengkap dengan pesan moral yang bisa membantu menanamkan karakter baik pada anak sejak dini.
Artikel Terkait: 20 Contoh Cerita Pendek untuk Anak TK Beragam Tema Cerita Dongeng Nusantara Terpopuler 1. Malin KundangDi pesisir Sumatra Barat, hiduplah seorang pemuda bernama Malin Kundang yang dibesarkan oleh ibunya yang miskin.
Ia kemudian merantau ke kota dan berhasil menjadi kaya serta menikahi putri bangsawan. Namun, saat kembali ke kampung halamannya, ia malu mengakui ibunya yang miskin di hadapan istrinya.
Sang ibu merasa sangat sedih dan kecewa hingga ia berdoa agar Tuhan memberi pelajaran kepada anaknya yang durhaka itu.
Doa sang ibu dikabulkan, dan petir menyambar perahu Malin Kundang. Tubuhnya kemudian berubah menjadi batu di tepi pantai sebagai simbol balasan bagi anak durhaka.
Pesan Moral: Hormatilah dan sayangilah orang tua, karena doa mereka menentukan keberkahan hidup.
2. Timun MasSeorang janda tua hidup sebatang kara dan merindukan anak. Ia membuat perjanjian dengan raksasa untuk mendapatkan seorang bayi dari biji timun emas. Bayi itu tumbuh menjadi gadis cantik bernama Timun Mas.
Namun, raksasa menagih janjinya setelah Timun Mas dewasa.
Sang ibu yang sangat mencintai anaknya memberi empat benda untuk melarikan diri: biji timun, jarum, garam, dan terasi. Ketika Timun Mas dikejar raksasa, benda-benda itu berubah menjadi hutan bambu, lautan, dan lumpur panas untuk menghalangi musuhnya.
Akhirnya raksasa itu tenggelam dan Timun Mas hidup bahagia bersama ibunya.
Pesan Moral: Kecerdikan dan doa tulus dapat mengalahkan kekuatan jahat.
3. SangkuriangSangkuriang adalah pemuda tampan yang tak tahu bahwa wanita cantik yang ia cintai adalah ibunya, Dayang Sumbi.
Ketika Dayang Sumbi menyadari identitas putranya, ia mencari cara untuk menggagalkan pernikahan yang salah itu. Ia memberi syarat agar Sangkuriang membuat danau dan perahu besar dalam satu malam.
Sangkuriang hampir menyelesaikan tugas itu, namun Dayang Sumbi menipu dengan menebarkan kain putih agar fajar seolah tiba. Sangkuriang sadar bahwa ia ditipu, lalu menendang perahunya hingga terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Pesan Moral: Ketidaktahuan dan amarah dapat membawa penyesalan besar.
4. Keong MasKerajaan Daha memiliki dua putri, Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Karena iri dan dengki, Galuh Ajeng bekerja sama dengan penyihir untuk mengutuk Candra Kirana menjadi seekor keong emas yang hanyut ke sungai.
Suatu hari, keong itu ditemukan oleh seorang nenek miskin. Ia merawatnya dengan kasih sayang, dan setiap kali ia pergi, rumahnya berubah menjadi bersih serta penuh makanan.
Nenek itu akhirnya menyaksikan perubahan ajaib Keong Mas menjadi putri cantik kembali setelah mantra jahat terhapus.
Pesan Moral: Kebaikan hati dan kejujuran akan mengalahkan kejahatan serta iri hati.
5. Bawang Merah dan Bawang PutihBawang Putih adalah gadis baik dan rajin, berbeda dengan kakak tirinya, Bawang Merah, yang malas dan dengki. Setiap hari Bawang Putih bekerja keras, sementara Bawang Merah bersantai. Suatu waktu, ia membantu nenek tua yang ternyata memberi hadiah ajaib.
Dari labu pemberian nenek itu, keluar emas dan perhiasan berlimpah. Melihat hal itu, Bawang Merah dan ibunya mencoba meniru, tetapi karena ketamakan, mereka justru mendapat labu berisi ular. Hukuman itu membuat mereka sadar akan kesalahannya.
Pesan Moral: Kebaikan dan ketulusan selalu membawa berkat, sedangkan keserakahan membawa bencana.
6. Si Kancil dan BuayaKancil ingin menyeberangi sungai untuk mengambil mentimun di seberang, tapi banyak buaya lapar menunggu. Dengan akalnya, Kancil berpura-pura hendak menghitung buaya agar bisa berbagi dengan adil. Ia meminta buaya berjajar di sungai dari tepi ke tepi.
Begitu buaya terbentang rapi, Kancil melompat dari satu punggung ke punggung lainnya hingga sampai ke seberang. Setelah itu, ia menertawakan buaya karena tertipu. Buaya marah, tapi tak bisa berbuat apa pun.
Pesan Moral: Kecerdikan dan ide cemerlang bisa menyelamatkan diri, tetapi jangan gunakan akal untuk menipu orang lain.
7. Ande-Ande LumutSeorang pangeran menyamar menjadi rakyat jelata bernama Ande-Ande Lumut untuk mencari istri yang berhati baik. Banyak gadis cantik yang mencoba memikatnya, namun semuanya gagal karena sifat sombong dan licik.
Hanya Kleting Kuning, gadis sederhana yang jujur dan rendah hati, berhasil meluluhkan hatinya. Ande-Ande Lumut pun memilihnya sebagai istri karena melihat ketulusan hatinya, bukan penampilan luar.
Pesan Moral: Kecantikan sejati berasal dari hati yang tulus.
8. Legenda Danau TobaAlkisah, seorang pemuda nelayan menikah dengan wanita cantik jelmaan ikan. Mereka hidup bahagia dan memiliki anak laki-laki, dengan syarat sang suami tak boleh mengungkapkan asal usul istrinya.
Namun, saat marah pada anaknya yang nakal, sang ayah melanggar janji dan menyebut istrinya “anak ikan.” Sang istri pun sedih dan kembali ke laut, menyebabkan banjir besar yang membentuk Danau Toba.
Cerita ini dikenal dari Sumatra Utara dan jadi simbol cinta serta akibat dari pelanggaran janji.
Pesan Moral: Tepatilah janji dan jagalah kepercayaan orang yang kamu cintai.
9. Roro JonggrangRoro Jonggrang adalah putri cantik yang tidak ingin menikah dengan Bandung Bondowoso, pria sakti yang membunuh ayahnya. Ia mengajukan syarat mustahil: membangun seribu candi dalam semalam.
Dengan bantuan jin, Bandung hampir menyelesaikan tugasnya. Panik, Roro Jonggrang memerintahkan rakyat menumbuk padi agar ayam berkokok lebih cepat, sehingga jin berhenti bekerja.
Bandung murka atas tipu daya itu dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca di Candi Prambanan.
Pesan Moral: Kejujuran dan ketulusan lebih berharga daripada tipu daya.
10. Lutung KasarungPangeran tampan dari kahyangan turun ke bumi sebagai seekor lutung (monyet) karena dikutuk. Ia bertemu gadis baik hati bernama Purbasari yang diusir oleh kakaknya dari istana.
Lutung membantu Purbasari hingga berhasil kembali menjadi putri raja. Berkat kebaikan hatinya, kutukan lutung pun terlepas, dan ia kembali menjadi pangeran sejati.
Keduanya menikah dan hidup bahagia sebagai simbol cinta murni tanpa memandang rupa.
Pesan Moral: Nilai sejati seseorang terlihat dari hati yang baik, bukan penampilan luar.
Artikel Terkait: 11 Contoh Dongeng Sunda Pendek untuk Anak yang Edukatif 11. Jaka Tarub dan Nawang WulanJaka Tarub adalah pemuda tampan yang hidup di sebuah desa. Suatu hari, ia melihat tujuh bidadari sedang mandi di telaga.
Karena terpesona dengan kecantikan mereka, Jaka Tarub mengambil salah satu selendang milik bidadari bernama Nawang Wulan agar ia tidak bisa kembali ke kahyangan.
Nawang Wulan akhirnya menikah dengan Jaka Tarub dan hidup bahagia. Namun, rasa bersalah menghantui Jaka Tarub hingga suatu hari Nawang Wulan menemukan selendangnya yang disembunyikan oleh suaminya. Ia pun kembali ke langit, meninggalkan Jaka Tarub yang menyesal.
Pesan Moral: Jangan menipu atau merugikan orang lain demi keinginan pribadi adalah pesan moral dari dongeng Nusantara ini.
12. Batu MenangisSeorang gadis cantik hidup bersama ibunya di kampung. Namun, gadis itu merasa malu dengan keadaan ibunya yang miskin dan berpenampilan buruk. Saat berjalan di pasar, ia berpura-pura tidak mengenali ibunya di depan teman-temannya.
Sang ibu yang tersakiti hatinya berdoa kepada Tuhan agar anaknya mendapat pelajaran. Seketika, tubuh gadis itu menjadi kaku dan berubah menjadi batu. Air matanya yang terus mengalir kemudian disebut sebagai batu menangis.
Pesan Moral: Kasih ibu tidak ternilai, dan durhaka kepada orang tua membawa penyesalan.
13. Tangkuban PerahuCerita asal Gunung Tangkuban Perahu berasal dari kisah Sangkuriang. Setelah mengetahui bahwa ia telah jatuh cinta pada ibunya sendiri, Sangkuriang merasa sangat kecewa dan marah. Ia berusaha membendung sungai untuk membuat danau besar.
Namun, ketika usahanya gagal karena tipu daya Dayang Sumbi yang menciptakan fajar palsu, ia menendang perahu raksasanya hingga terbalik. Perahu itu kemudian berubah menjadi gunung berbentuk perahu terbalik yang dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu di Bandung.
Pesan Moral: Amarah yang tidak terkendali hanya akan menimbulkan kehancuran.
14. Dewi SriDalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Sunda, Dewi Sri adalah dewi padi yang membawa kesuburan bumi. Dikisahkan, ia lahir dari cahaya suci para dewa untuk menjadi penjaga kehidupan manusia.
Dari tubuhnya tumbuh padi, sayur, dan tanaman yang memberi makan umat manusia.
Masyarakat menghormatinya lewat upacara panen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi. Hingga kini, kepercayaan itu menjadi lambang hubungan manusia dan alam.
Pesan Moral: Manusia harus selalu bersyukur dan menjaga keselarasan dengan alam.
15. Putri TanggukPutri Tangguk dikenal sebagai wanita kaya yang hidup makmur bersama keluarganya di desa. Karena merasa tak akan kekurangan, ia mulai boros dan membuang beras ke jalan saat sedang membawa hasil panen.
Namun, keesokan harinya sawahnya hancur dan semua hasil taninya habis. Putri Tangguk pun sadar akan kesalahannya dan berjanji untuk tidak sombong lagi.
Pesan Moral: Jangan angkuh dan selalu bersyukur atas rezeki yang dimiliki.
16. CindelarasCindelaras adalah anak seorang raja yang diusir karena fitnah jahat dari selir kerajaan. Ia tumbuh menjadi anak cerdas dan pemberani.
Suatu hari, seekor ayam jantan ajaib miliknya sering berkokok sambil menyebut bahwa Cindelaras adalah anak seorang raja yang adil.
Raja mendengar hal itu dan memanggil Cindelaras untuk bertanding adu ayam.
Saat ayam Cindelaras menang, kebenaran pun terungkap bahwa ia adalah putra sang raja. Raja akhirnya menyesal dan memulihkan kehormatan ibu Cindelaras.
Pesan Moral: Kebenaran tidak akan tertutup selamanya; kejujuran selalu menang.
17. Si PitungSi Pitung adalah pahlawan Betawi yang hidup di masa penjajahan Belanda. Ia dikenal membantu rakyat miskin dengan merampas harta orang-orang kaya yang tamak dan menindas.
Meski dikejar oleh penjajah, Si Pitung tetap berjuang demi keadilan rakyat kecil. Keberanian dan kecerdasannya membuat namanya dikenang masyarakat Betawi hingga kini.
Pesan Moral: Bela kebenaran dan keadilan, meskipun menghadapi risiko besar.
18. Rara JonggrangSama seperti kisah Roro Jonggrang, legenda ini berkisah tentang putri yang menentang lamaran Bandung Bondowoso. Ia menipu sang pangeran dengan meminta membangun seribu candi dalam semalam dan menggagalkannya dengan trik fajar palsu.
Ketika Bandung Bondowoso sadar ditipu, ia murka dan mengutuk Rara Jonggrang menjadi patung batu terakhir di candi yang hampir selesai.
Legenda ini menunjukkan akibat dari tipu muslihat dan janji palsu.
Pesan Moral: Kejujuran adalah pondasi kepercayaan dalam hubungan manusia.
19. Legenda Gunung BromoPasangan suku Tengger hidup bahagia namun lama tak memiliki anak. Mereka memohon pada dewa agar diberi keturunan dengan janji akan mengorbankan anak terakhir mereka kepada kawah Bromo.
Doa mereka terkabul dan mereka memiliki banyak anak. Namun, saat tiba waktu mengorbankan anak bungsunya, Kasada, mereka menolaknya hingga gunung meletus sebagai peringatan. Akhirnya, Kasada rela dikorbankan demi menepati janji orang tuanya.
Pesan Moral: Janji yang telah diucapkan harus ditepati, karena kejujuran lebih berharga dari hidup.
Artikel Terkait: 25 Dongeng Lucu Pendek yang Menghibur untuk Anak 20. Si KabayanSi Kabayan dikenal di tanah Sunda sebagai sosok humoris, polos tapi cerdik. Ia sering memperdaya orang kaya atau pejabat serakah dengan kecerdasan dan keluguannya.
Meskipun hidup sederhana, Si Kabayan selalu bahagia dan menemukan jalan keluar dari berbagai kesulitan dengan cara unik. Ceritanya menjadi ikon rakyat kecil yang penuh akal dan humor.
Pesan Moral: Kecerdasan dan kelapangan hati lebih berharga daripada kekuasaan dan harta.
21. Legenda BanyuwangiAsal-usul Banyuwangi berawal dari kisah kesetiaan seorang istri bernama Sri Tanjung dan suaminya, Sidapaksa. Sri Tanjung difitnah oleh suaminya berzina karena tipu daya orang jahat.
Untuk membuktikan kesuciannya, Sri Tanjung rela terjun ke sungai. Tak lama, air sungai berubah menjadi harum wangi, menjadi tanda kemurnian hatinya. Dari situlah daerah itu disebut Banyuwangi, yang berarti “air yang wangi.”
Pesan Moral: Kesetiaan dan kejujuran akan selalu membuktikan kebenaran.
22. DamarwulanDamarwulan adalah ksatria muda yang cerdas dan gagah. Ia ditugaskan melawan musuh kerajaan Majapahit bernama Minakjinggo yang sakti. Dengan kecerdikan dan bantuan istrinya, ia berhasil menebas kepala musuh.
Kemenangannya bukan karena kekuatan semata, melainkan keberanian dan strategi yang baik. Damarwulan kemudian menjadi simbol kesatria sejati yang setia dan rendah hati.
Pesan Moral: Keberanian dan kebijaksanaan mampu menaklukkan kekuatan jahat.
23. Pak BelalangPak Belalang adalah sosok jenaka dari cerita rakyat Melayu. Ia berpura-pura menjadi orang pintar untuk menyelesaikan masalah di negerinya. Berkat kecerdikannya, ia berhasil menebak berbagai peristiwa yang membuat raja kagum.
Meski awalnya hanya menipu, Pak Belalang sering menggunakan kecerdasannya untuk membantu banyak orang.
Pesan Moral: Kecerdasan dan keberanian berpikir cepat bisa menjadi penyelamat dalam situasi sulit.
24. Legenda Tujuh PutriTujuh putri kerajaan yang dikenal karena kecantikannya suatu hari dikejar oleh pasukan musuh. Mereka berdoa kepada dewa agar diselamatkan dari kejahatan.
Doa mereka dikabulkan dan ketujuh putri itu berubah menjadi bintang di langit malam. Kini, kumpulan bintang tersebut dikenal sebagai rasi bintang yang melambangkan kesetiaan dan keberanian.
Pesan Moral: Kesetiaan dan pengorbanan adalah tanda cinta sejati yang abadi.
25. Legenda Candi PrambananKisah ini menceritakan kembali legenda Roro Jonggrang yang menipu Bandung Bondowoso dalam membuat seribu candi. Karena pengkhianatan itu, Bandung mengutuknya menjadi batu terakhir di kompleks Prambanan.
Candi-candi yang berdiri megah hingga kini menjadi simbol cinta, pengkhianatan, dan kutukan yang abadi.
Pesan Moral: Jangan mempermainkan hati orang lain, karena cinta sejati tak bisa dipaksakan.
26. Sura dan BayaDi laut Jawa, hidup ikan hiu bernama Sura dan buaya bernama Baya. Keduanya berebut wilayah kekuasaan di laut dan sungai. Mereka sepakat membagi wilayah, namun akhirnya bertengkar ketika salah satu melanggar perjanjian.
Pertarungan mereka begitu dahsyat hingga daratan yang menjadi arena pertempuran dinamai Surabaya, gabungan nama keduanya.
Pesan Moral: Dongeng Nusantara ini memiliki pesan moral bahwa perselisihan karena keserakahan hanya menimbulkan kehancuran.
27. Asal Usul Kota ManadoZaman dahulu, penduduk sebuah pulau kecil harus berpindah tempat karena bencana alam besar. Mereka menamai tempat baru itu manadou, yang berarti “tanah di seberang” dalam bahasa setempat.
Kisah ini kemudian berkembang menjadi legenda asal mula nama Manado yang sekarang menjadi kota besar di Sulawesi Utara.
Pesan Moral: Persaudaraan dan kerja sama memungkinkan manusia bertahan menghadapi bencana.
28. Legenda Telaga WarnaDi kerajaan Kutatanggeuhan, sang raja dan ratu memiliki seorang putri cantik yang manja. Saat ulang tahunnya, ia kecewa karena kalung pemberian orang tuanya hilang dan ia menangis tanpa henti.
Tangisnya membuat hujan turun deras dan menenggelamkan istana. Air dan cahaya dari permata membentuk danau berwarna-warni.
Pesan Moral: Kendalikan emosi dan hargai pemberian dari orang tua dengan rasa syukur.
29. Si LancangSi Lancang adalah pemuda miskin yang berangkat merantau untuk memperbaiki hidup. Setelah sukses, ia lupa diri dan tidak mau mengakui ibunya ketika pulang ke kampung halaman.
Sang ibu yang sedih memohon kepada Tuhan agar anaknya mendapat pelajaran. Kapal Si Lancang pun terbalik oleh badai besar dan harta bendanya hilang semua.
Pesan Moral: Jangan sombong dan jangan lupakan asal usulmu.
30. Asal Usul Danau ManinjauDi Minangkabau, hiduplah sepuluh bersaudara yang menuduh adik bungsu mereka bersalah tanpa bukti. Karena malu dan sedih, sang adik meloncat ke kawah gunung sambil berdoa agar orang tahu kebenarannya.
Kawah itu meledak dan menjadi Danau Maninjau yang indah. Akhirnya para saudara menyesal dan belajar tentang ketidakadilan.
Pesan Moral: Jangan menghakimi tanpa bukti, dan berhati-hatilah sebelum menuduh orang lain.
Artikel Terkait: 17 Dongeng Pendek untuk Anak SD yang Seru, Inspiratif, dan Penuh Pesan MoralItu dia kumpulan cerita dongeng rakyat Nusantara yang bisa dikenalkan pada anak. Jadi, tertarik membaca dongeng Nusantara yang mana dulu untuk si Kecil?
Semoga bermanfaat!
***
Ajarkan Pentingnya Kecerdasan kepada Anak dari Dongeng "Kambing, Beruang, dan Harimau"
16 Dongeng Singkat untuk Anak yang Mendidik dan Berpesan Moral Bagus
21 Cerita Fabel Sederhana untuk Dongeng Tidur Anak, Kaya Pesan Moral!



