Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo menceritakan beratnya perjuangan perusahaan pelat merah itu memulihkan listrik yang lumpuh imbas bencama Sumatera. Hingga saat ini masih ada 60 desa di Aceh yang masih mengalami pemadaman listrik.
Sebagaimana diketahui, tiga provinsi di Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mengalami bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di akhir November 2025.
“Pertama kali kami merasakan, kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dari Tuhan yang Maha Kuasa dan Alam,” kata Darmawan sambil menitikkan air mata dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1).
Menurut pria yang akrab disapa Darmo ini, bencana Sumatra menjadi titik perubahan besar bagi PLN dalam menyikapi keandalan sistem kelistrikan Indonesia. Kondisi bencana alam ini hanya bisa dihadapi melalui perencanaan yang jauh lebih matang.
Dia juga mengakui, kondisi bencana Sumatra kali ini berbeda jauh dengan Tsunami Aceh pada 2004. Kala itu, PLN bisa mengatasi masalah kelistrikan dengan cepat. Berbeda dengan situasi saat ini, dia seringkali mendapatkan laporan perbaikan sistem kelistrikan kembali hancur diterpa bencana susulan.
“Untuk sistem Aceh ini berbeda, kerusakannya betul-betul dalam skala yang belum pernah kami hadapi sebelumnya,” ujarnya.
Dia juga menceritakan kendala yang dialami saat pengangkutan material tower roboh diterpa banjir. Kondisi sungai yang mulanya memiliki lebar 80 meter malah membesar menjadi 800 meter. Hal ini membuat lokasi tower tidak bisa dijangkau dengan kendaraan darat dan memerlukan pengerahan helikopter.
“Kami dikalahkan oleh alam, tidak bisa mengangkut barang-barang ke lokasi tower,” ucapnya.
Bantuan 1000 GensetPemerintah telah memberikan bantuan berupa 1000 genset yang dialokasikan kepada keluarga terkena bencana. Pengiriman 1000 genset telah dilakukan Kementerian ESDM apda Sabtu (27/12/25).
Selain genset, pemerintah juga memberikan bantuan berupa 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.
Genset itu ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik. Pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut genset ini merupakan solusi sementara bagi wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan dan belum dapat dipulihkan karena kondisi genangan air. Meski jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, sejumlah daerah masih menghadapi masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.



