KEMAJUAN teknologi dan dunia yang semakin terbuka menuntut pendidik, termasuk dosen perguruan tinggi, harus mampu beradaptasi untuk menghadapi berbagai tantangan global. Dengan demikian, kualitas pendidikan tinggi di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju.
"Dosen harus terus meningkatkan kemampuan diri secara berkelanjutan, baik dari sisi akademik maupun profesional," terang Farida Nurul Hidayati - Koordinator Program Dunia Dosen Indonesia, Rabu (21/1). Kualitas dan daya saing dosen akan berkorelasi positif dalam peran mereka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara produktif dan berkelanjutan
"Melalui ekosistem digital, kami mengembangkan platform yang berfokus menjadi pusat informasi serta katalisator transformasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan dunia usaha dan industri (DUDI)," terang dia.
Baca juga : ICPI-PU Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia –Tiongkok
Ia mengatakan, pihaknya memiliki visi untuk menyediakan akses informasi yang akurat dan relevan terkait karier dosen serta dinamika pendidikan tinggi di Indonesia. Informasi disajikan secara terarah dan mudah diakses. Dengan demikian, dosen dapat mengambil keputusan pengembangan karier akademik secara lebih tepat, terukur, dan berkesinambungan.
"Program pengembangan kompetensi harus dirancang secara terstruktur dan aplikatif, seperti live class, coaching clinic, e-course, serta kelas eksklusif yang membahas topik-topik strategis sesuai kebutuhan dosen di berbagai jenjang," kata dia
Konten dan program yang disediakan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan karier dosen, antara lain publikasi ilmiah dan riset, strategi peningkatan peluang lolos hibah BIMA, serta persiapan SERDOS.
Baca juga : Menata Arsitektur Baru Pendidikan Tinggi
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI. Di saat bersamaan mereka juga harus memiliki wadah untuk berkarya dan mengembangkan kompetensi melalui berbagai program pembelajaran yang aplikatif, seperti live class, coaching clinic, e-course, dan kelas eksklusif.
Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen dalam penulisan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kontribusi dosen bagi kemajuan pendidikan tinggi nasional.
"Kami mendorong pendokumentasian karya dosen dalam berbagai bentuk, termasuk karya tulis, audio visual, paten, dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)," ungkap dia.
Upaya ini diarahkan agar karya dosen memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas, termasuk peluang menciptakan aliran ekonomi baru yang legal, halal, dan berdampak positif bagi masyarakat.
"Kami mengajak para dosen untuk lebih aktif menulis, berkarya, berkolaborasi, berbagi, serta berinovasi bersama DUDI," lanjut dia. Mereka dapat bertukar informasi, pengalaman, keterampilan, tenaga kerja, karya cipta, dan kekayaan intelektual.
Dengan demikian, konektivitas antara kampus dan industri dapat semakin kuat sehingga semakin kuat pula fondasi peran dosen dalam pembangunan bangsa. "Dengan pendekatan yang dinamis serta berorientasi pada hasil, kami juga berupaya membuka peluang kerja dari dan untuk ekosistem duniadosen.com, sehingga dosen memiliki ruang pengembangan karier yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan," tutup dia. (H-2)



