Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo mengatakan PLN menggratiskan biaya listrik berupa token untuk hunian sementara (huntara) korban bencana Sumatera selama enam bulan.
Dia tidak merinci sampai kapan pemberian listrik gratis tersebut akan dilakukan. Darmawan hanya menyebut hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan Danantara.
“Selama 6 bulan listrik di huntara kami gratiskan, termasuk juga pemasangan instalasi listrik serta kWh meterannya,” kata pria yang akrab disapa Darmo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI Rabu (21/1).
Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab PLN. Selain itu, PLN juga menyediakan penerangan jalan dan fasilitas umum serta paket pasang baru multiguna.
“Ini menjadi bagian dari pengabdian kami untuk pemulihan di Aceh,” ujarnya.
Darmo mengatakan hingga saat ini kondisi kelistrikan Aceh belum pulih sepenuhnya. Masih ada 60 desa di Aceh yang terhambat aliran listriknya karena akses jalan yang belum terbuka. Mulai dari 1 desa di Aceh Barat, 6 desa di Aceh Tamiang, 3 desa di Aceh Timur, 1 desa di Aceh Utara, 1 desa di Bireuen, 12 desa di Bener Meriah, 7 desa di Gayo Lues, dan 29 desa di Aceh tengah.
Meski begitu, Darmo mengatakan pemerintah telah mengirimkan bantuan listrik berupa pemberian 1000 genset ke wilayah terisolir. “Supaya ada harapan cahaya terang walaupun kelip-kelip sebab menggunakan genset bukan BBM,” ucapnya.
Selain Aceh, dia juga menyampaikan saat ini banjir bandang dan tanah longsor susulan masih terus terjadi. Wilayah Tapanuli Utara yang akses listrik telah 100% pulih, saat ini ada 2 desa yang mengalami pemadaman.
Kaji listrik gratis
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumya tengah mengkaji pemberian diskon tarif listrik bagi masyarakat di wilayah bencana Sumatera. Rencana ini berawal dari adanya surat permohonan diskon listrik dari beberapa kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana.
“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, tapi kami sedang menghitung (akan diberikan) berapa bulan dan jumlah biayanya,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (8/1).
Dia berencana melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya telah memerintahkan jajaran kabinetnya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Bahlil menegaskan diskon tarif ini hanya diberikan untuk wilayah bencana saja, bukan seluruh Indonesia.
“Jangan sampai saudara kita yang terkena bencana dan tidak terkena disamakan,” ujarnya.




