FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama Thomas Aquinas M. Djiwandono kembali menjadi sorotan, setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI sebelumnya.
Ponakan Presiden Prabowo itu kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Dia dilantik pada Juli 2024 dan bertugas mendampingi Menteri Keuangan dalam merumuskan kebijakan fiskal nasional.
Sebagai Wamenkeu, Thomas terlibat dalam berbagai agenda penting, mulai dari pengelolaan anggaran negara hingga koordinasi kebijakan ekonomi makro.
Thomas bukan sosok baru di dunia ekonomi. Dia berasal dari keluarga yang memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pemerintahan.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Selain itu, Thomas juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dia merupakan keponakan Prabowo dari pihak keluarga, yang membuat sorotan publik semakin besar terhadap pencalonannya.
Thomas menempuh studi di luar negeri. Ia meraih gelar sarjana di bidang sejarah dari Haverford College, Amerika Serikat.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Johns Hopkins University. Di kampus tersebut, Thomas mengambil program hubungan internasional dan ekonomi internasional.
Bekal akademik tersebut memperkuat pemahamannya tentang dinamika global, termasuk isu moneter dan keuangan internasional.
Hal ini menjadi nilai tambah dalam pencalonannya di Bank Indonesia.
Sebelum masuk pemerintahan, Thomas berkarier di sektor swasta. Dia pernah bekerja sebagai analis keuangan di Hong Kong, yang memberinya pengalaman di pasar global.
Thomas juga menjabat sebagai Deputy CEO di Arsari Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk agribisnis dan pertambangan.
Di dunia politik, Thomas sempat aktif di Partai Gerindra. Ia pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum partai tersebut dan terlibat dalam pengelolaan keuangan organisasi.
Pengalaman politik ini membuatnya memahami dinamika kebijakan publik. Namun, hal tersebut juga memicu perdebatan terkait independensi Bank Indonesia.
Sejumlah pihak menyoroti latar belakang politik Thomas. Mereka khawatir hal itu dapat memengaruhi kebijakan moneter yang seharusnya independen.
Saat ini, pencalonan Thomas masih menunggu uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Proses ini akan menentukan apakah ia layak menduduki posisi Deputi Gubernur BI.
Kritik mengalir dari berbagai kalangan. Penulis kondang Indonesia yang diketahui juga seorang akuntan, Tere Liye, meyakini upaya memasukkan ponakan seorang politisi akan membuat ekonomi Indonesia semakin mengkhawatirkan bahkan disebutnya akan kacau balau.
Pria bernama asli Darwis itu pun bahkan menyindir sikap Menkeu Purbaya yang merasa baik-baik saja dengan hal tersebut.
“Purbaya ini menteri idola kalian? Wah wah, dan Purbaya merasa baik2 saja atas isu tukar guling posisi deputi gubernur BI dengan wamen Keuangan yang adalah ponakan Prabowo?” tanya Tere Liye, dikutip dari unggahan di akun media sosialnya.
(Arya/Fajar)





