JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperbolehkan sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat banjir.
Selain bagi sekolah, Pramono juga memperbolehkan aparatur sipil negara (ASN) melakukan Work From Hom (WFH) atau bekerja dari rumah saat Jakarta kebanjiran.
"Saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," kara Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026.
BACA JUGA:Pramono Tak Gentar Buruh Gugat UMP Jakarta ke PTUN: Silakan Saja, Ini Negara Demokrasi
Kendati demikian Pramono berharap banjir besar tidak kembali merendam Jakarta seperti yang terjadi pada akhir pekan kemarin.
Diketahui pada Sabtu-Minggu tanggal 17-18 Januari 2026, sedikitnya 22 RW di Jakarta terendam banjir.
Pramono menjelaskan, alasan banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta pada akhir pekan lalu karena curah hujan yang cukup tinggi mencapai 250 milimeter per hari.
BACA JUGA:Pramono Siapkan Anggaran OMC Sebulan, Cegah Hujan Ekstrem hingga Imlek
"Mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu," harapnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi, Pramono masif melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) menyusul peringatan cuaca dari BMKG.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah Jakarta dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan ekstrem hingga akhir Januari 2026.
BACA JUGA:Bukan Rp100 Miliar, Pramono Ungkap Rincian Biaya Bongkar Tiang Monorel
"Operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari," ungkapnya.
Pramono memastikan, banjir di Jakarta bisa cepat surut dalam hitungan jam.
BACA JUGA:So Sweet! Warga TPU Kebon Nanas Dapat Kado Rusunawa dari Pramono di Momen Akad Nikah
- 1
- 2
- »




