FAJAR, MAKASSAR — Persis Solo tidak sedang bercanda. Tim yang menutup putaran pertama Super League 2025/2026 di zona merah itu memilih jalan ekstrem untuk menyelamatkan musim: merombak skuad secara radikal. Lima pemain baru didatangkan sekaligus dalam waktu singkat. Tiga di antaranya legiun asing asal Serbia. Dua lainnya nama lokal berpengalaman dari klub papan atas. Pesannya jelas—Laskar Sambernyawa menolak menyerah pada degradasi.
Langkah agresif ini otomatis menjadi peringatan keras bagi para pesaing, termasuk PSM Makassar. Jika tim-tim lain masih berhitung dan menahan langkah di bursa transfer, Persis justru tancap gas. Di Surakarta, situasi dianggap sudah genting. Tak ada ruang untuk setengah-setengah.
Manajemen Persis Solo membaca realitas dengan lugas. Putaran pertama menyisakan lubang besar di berbagai sektor, terutama pertahanan yang rapuh dan lini tengah yang kehilangan kontrol. Alih-alih menambal sedikit demi sedikit, klub memilih mengganti mesin utama. Perombakan besar-besaran pun dilakukan.
Sorotan pertama tertuju pada kedatangan trio Serbia. Persis resmi memperkenalkan Miroslav Maricic pada Selasa (20/1/2026). Gelandang berusia 27 tahun itu digadang-gadang menjadi pusat permainan baru Laskar Sambernyawa. Ia menyusul dua kompatriotnya, Vukasin Vranes dan Dusan Mijic, yang lebih dulu tiba sehari sebelumnya.
Maricic bukan pemain sembarangan. Ia dikenal sebagai sosok serbabisa dengan kemampuan mengisi hingga sepuluh posisi berbeda—mulai dari bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, hingga penyerang tengah. Bagi pelatih Milomir Seslija, fleksibilitas ini adalah senjata strategis. Dalam kondisi tim tertekan, satu pemain yang bisa mengisi banyak peran menjadi kemewahan.
“Mesin baru di jantung permainan dari Serbia telah tiba di Surakarta. Sugeng rawuh, Miroslav Maricic!” tulis pernyataan resmi klub. Pilihan diksi “mesin” bukan tanpa alasan. Persis membutuhkan tenaga penggerak—pemain yang bisa menghubungkan lini, menutup ruang, sekaligus memulai serangan.
Di sektor penjaga gawang, Persis mengamankan Vukasin Vranes. Kiper asal Serbia itu diharapkan menjadi solusi atas inkonsistensi di bawah mistar. Vranes datang dengan kepercayaan diri tinggi dan pemahaman bahwa tugasnya bukan sekadar menjaga gawang, tetapi menjaga harapan klub tetap hidup.
“Saya tahu Solo adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan penggemar yang hebat,” kata Vranes. Pernyataan itu mencerminkan kesadaran bahwa tekanan di Persis tak kalah besar dibanding klub papan atas lain.
Sementara itu, Dusan Mijic direkrut untuk memperkuat lini belakang yang kerap bocor di putaran pertama. Persis kebobolan gol-gol krusial akibat kesalahan elementer—lambat menutup ruang, kalah duel udara, dan koordinasi yang rapuh. Kehadiran Mijic diharapkan membawa ketenangan dan struktur yang lebih disiplin.
Tak berhenti pada pemain asing, Persis juga bergerak cepat di pasar lokal. Nama Yabes Roni menjadi rekrutan paling mencolok. Winger berpengalaman yang hampir satu dekade membela Bali United itu dipinjam untuk menambah daya ledak di sektor sayap. Yabes datang dengan reputasi juara—dua trofi Liga 1 (2019 dan 2022) serta 166 pertandingan kompetitif di level tertinggi.
Pengalaman Yabes menjadi aset berharga bagi tim yang tengah tertekan. Di ruang ganti, ia bukan sekadar pemain, melainkan figur yang paham bagaimana bertahan di situasi sulit. Kecepatan, agresivitas, dan naluri menyerangnya diharapkan mampu mengubah wajah lini depan Persis yang tumpul di paruh musim pertama.
Satu nama lain adalah Alfriyanto Nico. Bek kanan muda milik Persija Jakarta itu dipinjam untuk menyuntikkan energi baru di sektor sayap pertahanan. Nico dikenal agresif dan berani naik membantu serangan—sesuatu yang kerap absen dari permainan Persis sebelumnya.
Dengan lima pemain baru ini, Persis Solo seolah membangun ulang identitasnya. Dari tim yang rapuh dan mudah ditekan, mereka ingin berubah menjadi skuad dengan struktur kuat, fisik tangguh, dan mental bertahan hidup.
Di sisi lain, situasi ini menjadi alarm bagi PSM Makassar. Setelah lepas dari sanksi FIFA, pergerakan PSM di bursa transfer masih terkesan berhati-hati. Belum ada nama besar yang datang. Belum ada kejutan. Dalam kompetisi yang ketat, stagnasi bisa menjadi bumerang.
Persis Solo yang dulu dianggap mudah ditaklukkan kini berpotensi menjelma menjadi lawan berbahaya. Mereka datang ke putaran kedua bukan sebagai korban, melainkan sebagai penantang yang putus asa—dan tim putus asa sering kali menjadi yang paling berbahaya.
Daftar pemain baru Persis Solo—Dusan Mijic, Vukasin Vranes, Alfriyanto Nico, Miroslav Maricic, dan Yabes Roni—adalah deklarasi terbuka: Laskar Sambernyawa belum siap turun kasta. Dan bagi PSM Makassar, ini bukan sekadar kabar transfer, melainkan peringatan keras. Di putaran kedua, Persis bukan lagi tim zona merah yang bisa diremehkan.




