Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengungkap bahwa PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) bakal membangun hingga 36 tower rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta.
Hal tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Ditjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Pahala Nainggolan. Di mana, dia menyebut perusahaan terafiliasi James Riady itu akan membangun masing-masing 18 tower lewat dua tahap pembangunan.
"18 tower [tahap pertama] plus 18 [tahap kedua] ya. Jadi total 36 tower itu bisa sampai 100.000 unit," kata Pahala saat ditemui di Gedung KPK, Rabu (21/1/2026).
Adapun, 36 tower rusun subsidi tersebut dilaporkan totalnya akan mencapai 100.000 unit.
Sementara dalam kesempatan berbeda, Corporate Secretary LPCK, Peter Adrian mengamini bahwa perseroan berkomitmen membangun rusun subsidi di kompleks Meikarta. Hal itu dilakukan guna mendorong suplai rumah terjangkau bagi masyarakat.
"Rencana pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta sejalan dengan kerangka kebijakan dan program pemerintah, yang pelaksanaannya akan tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme perizinan yang berlaku," jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga
- Menteri Ara Sambangi KPK Bahas soal Meikarta Jadi Rusun Subsidi
- Lippo Cikarang (LPCK) Buka Suara Soal Proyek Rusun Subsidi di Meikarta
- PKP Mau Gandeng Lippo untuk Sulap Meikarta Jadi Rusun Subsidi
Manajemen LPCK juga memastikan bahwa saat ini pihaknya tidak terganjal status hukum apapun yang bakal menghambat rencana pembangunan rusun subsidi tersebut.
"Sepanjang pengetahuan Perseroan hingga saat ini, tidak terdapat kewajiban hukum tertentu yang secara langsung menghalangi pelaksanaan rencana tersebut," pungkas Peter.
Adapun, rencana pembangunan tersebut akan berada di dua titik lokasi, yakni di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat. Masing-masing lokasi memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.




