Jakarta, VIVA – Pergeseran volume dapat membantu para trader mendeteksi kapan suatu tren mulai kehilangan energinya, bahkan sebelum harga berbalik sepenuhnya. Di pasar mata uang, Anda sering mengandalkan volume tick, lonjakan aktivitas di sekitar sesi-sesi penting, dan petunjuk partisipasi pasar terkait, daripada angka volume bursa terpusat tunggal. Bagi para trader Indonesia, hal ini penting karena likuiditas dapat berubah dengan cepat di sekitar jam kerja Jakarta, berita regional, dan sesi global utama.
Bagi trader Indonesia, mempelajari apa itu forex serta perilaku volumenya dapat menjadi alat sentimen praktis saat rupiah dan pasangan mata uang regional lainnya bereaksi terhadap permintaan dolar global dan suasana risiko.
Sinyal 1: Volume Meningkat Namun Kemajuan Harga Lebih Kecil
Suatu tren dapat terus bergerak ke arah yang sama sementara jarak sebenarnya yang ditempuh per pergerakan harga semakin kecil. Anda melihat lebih banyak aktivitas, lebih banyak pergerakan harga, dan lebih banyak partisipasi, tetapi setiap titik tertinggi atau terendah baru hanya sedikit melampaui titik tertinggi atau terendah sebelumnya. Hal ini sering menunjukkan bahwa pembeli atau penjual baru bekerja lebih keras hanya untuk menjaga tren tetap berjalan.
Bagaimana pedagang Indonesia dapat menggunakannya
Jika Anda melakukan trading selama periode aktif seperti tumpang tindih sesi London dengan jam malam Asia di Indonesia, bandingkan ukuran gelombang tren terkini. Jika aktivitas meningkat tetapi pergerakan harga menyusut, anggap itu sebagai peringatan. Perketat risiko, kurangi ukuran posisi, atau hentikan penambahan posisi. Ini juga waktu yang tepat untuk mengamati apakah penurunan harga mulai semakin dalam, karena kombinasi tersebut sering muncul sebelum pembalikan yang lebih besar.
Sinyal 2: Terobosan Mulai Gagal di Level yang Dipantau dengan Baik
Ketika suatu tren kuat, breakout cenderung berlanjut. Ketika tren melemah, harga mungkin menembus level tertinggi atau terendah sebelumnya, menarik perhatian, lalu dengan cepat jatuh kembali ke kisaran sebelumnya. Volume sering melonjak selama breakout, tetapi pasar tidak dapat bertahan di luar level tersebut. Itu adalah tanda klasik bahwa banyak orang aktif tetapi keyakinan mulai memudar.





