Perumahan Subsidi di Bekasi Tiga Kali Terendam Banjir, Terparah Januari 2026

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Perumahan Arafah Village, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terendam banjir tiga kali sejak 2025 hingga awal Januari 2026.

Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dibanding dua kejadian sebelumnya sepanjang 2025.

Ketua RT 06 Perumahan Arafah Village, Firdaus, mengatakan banjir yang melanda perumahan bersubsidi ini sudah ketiga kalinya.

“Pertama di bulan Maret 2025 itu banjir besar masuk ke rumah sampai sebetis atau sekitar 60 sentimeter. Lalu di bulan Juli 2025 banjir lagi, tapi tidak masuk rumah. Nah, per 18 Januari ini banjirnya lebih besar dari yang pertama, masuk rumah lebih tinggi lagi,” ujar Firdaus saat ditemui Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Sebelumnya, unggahan akun Instagram @bekasi.terkini memperlihatkan sejumlah rumah di Perumahan Arafah Village terendam banjir cukup dalam.

Baca juga: Dijanjikan Bebas Banjir, Perumahan Subsidi di Bekasi Malah Terendam 1 Meter

Kini berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, banjir telah surut sepenuhnya. Meski demikian, masih terdapat beberapa kubangan air yang tersisa.

Warga mulai beraktivitas kembali, meskipun sebagian memilih belum menurunkan barang-barang mereka karena khawatir terjadi banjir susulan.

Firdaus menyebutkan, pada banjir terakhir ketinggian air mencapai sekitar satu meter, terutama di area jalanan perumahan.

Akibat banjir tersebut, warga RT 06, khususnya yang berada di Blok E dan Blok D, terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.

Di antaranya ke Masjid Al Gabushi yang masih dalam tahap pembangunan, pondok pesantren milik Ustadz Macan, majelis Ustadz Mita, ruko-ruko, hingga rumah warga di Blok F yang memiliki kontur tanah lebih tinggi.

“Blok F tanahnya lebih tinggi, jadi banjir hanya di jalanan dan tidak masuk rumah. Jadi warga dari Blok E dan Blok D mengungsi ke sana dan ke tempat-tempat lainnya,” kata Firdaus.

Firdaus menjelaskan, saat ini, Perumahan Arafah Village memiliki empat blok yang telah dibangun, yakni Blok C, D, E, dan F. Dari keempat blok tersebut, Blok E dan Blok D menjadi wilayah yang paling terdampak banjir.

“Jumlahnya sekitar 110 kepala keluarga yang terdampak. Blok E dan D yang paling terasa dampaknya,” ujar Firdaus.

Baca juga: Viral Mobil Panther Berjalan Sendiri di Tol Japek, Sopirnya Ternyata Meninggal

Firdaus menjelaskan, banjir diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah hulu, termasuk Bogor.

Kondisi tersebut menyebabkan Kali Sepak Gabus meluap dan tidak mampu menampung debit air.

“Kalau hujannya lokal, sebesar apa pun biasanya tidak banjir. Tapi kalau hujannya melebar sampai ke hulu, Kali Sepak meluas. Katanya Kali CBL dan Kali Bekasi juga meluap, jadi dampaknya kembali ke perumahan kami,” ucapnya.

Ia menambahkan, Perumahan Arafah Village mulai dibangun sejak 2022 dan mulai dihuni pada pertengahan 2023.

Baca juga: Kronologi Pria di Bekasi Jadi Tersangka Usai Pergoki Bocah di Warung hingga Istri Lapor KDM

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selama periode 2023 hingga 2024, kawasan tersebut belum pernah mengalami banjir.

“Banjir pertama yang saya rasakan itu Maret 2025. Sebelumnya tidak ada,” kata Firdaus.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Underpass yang Dijanjikan Dedi Mulyadi Segera Dibangun di Kota Cimahi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korban Pencabulan Guru SD di Tangsel Jadi 25 Siswa
• 5 jam laludetik.com
thumb
Video:Tok! Pemerintah Cabut 28 Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ujian Awal Sang Juara: Rekam Jejak Argentina di Laga Pembuka Piala Dunia
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Dampak Izin Hutan Dicabut, Toba Pulp (INRU) Bisa Kehilangan Pasokan
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.