Proses tender untuk proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) alias Waste to Energy (WTE) tahap I masih berjalan. Badan Pengelola Investasi Danantara akan mengumumkan hasil tender bulan depan.
Tender tersebut untuk PSEL di empat wilayah yaitu Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi. “Pertengahan Februari (diumumkan),” kata Lead of Waste to Energy Danantara Fadli Rahman, saat ditemui di Jakarta pada Rabu (21/1). Sebetulnya proyek PSEL tahap I mencakup tujuh wilayah, namun yang lokasinya sudah siap baru empat, maka itu yang ditenderkan baru empat.
Setelah pengumuman pemenang, prosesnya selanjutnya adalah konstruksi. "Akhir Maret (groundbreaking) kita kejar sama-sama,” ujarnya. Perkiraannya, proses konstruksi akan memakan waktu 1,5-2 tahun.
Fadli menjelaskan, setiap proyek PSEL akan dikelola oleh satu konsorsium berisi perusahaan asing yang bermitra dengan perusahaan lokal. Saat ini, sudah ada 24 perusahaan yang lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk proyek ini dan didominasi perusahaan dari Cina. Perusahaan yang masuk DPT bisa memilih rekanan lokalnya.
Namun, Danantara tetap akan mengkaji mitra lokalnya guna memastikan kemampuannya. Sistem kemitraan semacam ini bertujuan untuk memastikan adanya transfer teknologi ke perusahaan-perusahaan lokal. Selain perusahaan Cina, ada juga perusahaan dari Prancis dan Jepang yang masuk Daftar Penyedia Terseleksi proyek PSEL.


