Bisnis.com, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya masih membatalkan dua perjalanan kereta api (KA) tambahan hingga Senin (26/1/2026) mendatang, seiring berlangsungnya rangkaian proses normalisasi lintas utara Jawa pascabanjir yang melanda wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan, perjalanan KA dari dan menuju wilayah kerjanya telah berangsur normal. Ia menyebut kecepatan KA pada petak jalan Pekalongan–Sragi pun telah ditingkatkan menjadi 40 kilometer per jam saat ini.
"Evaluasi teknis terus dilakukan di lapangan, dan kecepatan akan ditingkatkan kembali secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan," beber Mahendro, Rabu (21/1/2026).
Dalam rangka menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama proses pemulihan prasarana, Mahendro menyebut pihaknya saat ini masih membatalkan dua perjalanan kereta api tambahan. Di antaranya KA Gajayana tambahan relasi Malang–Gambir dan KA Sembrani tambahan relasi Pasar Turi–Gambir.
"Untuk tanggal 20-22 Januari 2026, kami membatalkan perjalanan KA 7001A Gajayana Tambahan yang berangkat dari Stasiun Malang menuju Stasiun Gambir. Selanjutnya pada 21-26 Januari 2026, KA 7003A Sembrani tambahan keberangkatan Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Gambir juga dibatalkan," paparnya.
Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun, Mahendro menjelaskan sejak Jumat (16/1) hingga Rabu (21/1), tercatat sebanyak 4.889 penumpang telah melakukan pembatalan tiket di stasiun wilayah kerja Daop 8 Surabaya.
Atas ketidaknyaman tersebut, KAI Daop 8 Surabaya memohon maaf kepada seluruh pelanggan dan berkomitmen melayani pengembalian bea tiket sebesar 100% di luar biaya pemesanan hingga penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) dapat dilakukan melalui berbagai kanal resmi yang tersedia, seperti aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun secara langsung di loket stasiun.
"Kami berkomitmen untuk terus mempercepat proses pemulihan operasional secara aman dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi kesabaran serta pengertian pelanggan, dan memastikan setiap langkah yang diambil selalu mengedepankan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan kereta api,” pungkasnya.





