Liputan6.com, Jakarta - Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (TKAN) mengidentifikasi sebanyak 1.618 jenis flora dan fauna di Kalimantan Timur (Kaltim).
1.618 spesies tersebut, 38 persen di antaranya merupakan mamalia terestrial, 47 persen berjenis burung, 20 persen reptil, dan 70 persen amfibi. Ada juga 88 jenis serangga dari taksa kupu-kupu dan juga kumbang sugut, 987 jenis tumbuhan dari hutan.
Advertisement
Rektor Unmul, Prof. Abdunnur mengatakan "Beragam jenis satwa langka dan terancam punah ini berada di bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur. Bentang alam ini di luar kawasan konservasi. Dari total luas 532.143 hektare, hanya 19 persen yang berstatus hutan lindung," ujarnya, dikutip dari Antara, (21/1/2026).
Sisa dari penemuannya tersebut berupa konsesi kehutanan, perkebunan, dan area kelola masyarakat. meskipun begitu kawasan tersebut juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk juga pada habitat satwa langka yang hampir saja punah seperti orangutan.
Satwa langka mencakup Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), Lutung Kutai (Presbytis canicrus), Rangkong Gading (Rphinoplax vigil), Trenggiling (Manis javanica), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Bangau Storm (Ciconia stormi), Macan Dahan (Neofelis diardi), dan juga Kucing Merah (Catopuma badia).

