Perampasan motor dilaporkan terjadi di Jalan Randu, Surabaya, pada Selasa (20/1/2026) kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Nurmalasari (28) pendengar Radio Suara Surabaya bercerita, korban perampasan tersebut adalah adiknya berinisial F (16) yang sedang main bersama temannya.
Ceritanya, setelah pulang sekolah, F keluar rumah temannya berinisial Z (16) yang berada di Jalan Hangtuah. Mereka lalu boncengan ke rumah temannya yang lain di kawasan Kedinding.
Satu jam kemudian, F dan Z pulang dari kawasan Kedinding. Namun, setibanya di kawasan Jalan Kedungmangu, keduanya diberhentikan oleh dua orang tidak dikenal yang juga boncengan motor.
“Orang itu negur adik saya dan temannya, ‘Heh, Kamu nabrak adik saya‘. Terus mereka berhenti,” kata Nurmalasari saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (21/1/2026) sore.
Setelah itu, Z diminta ikut salah satu pelaku ke tempat yang diklaim sebagai lokasi kecelakaan adiknya, ke jalan arah Bulak Banteng. Sementara F ditinggal bersama motornya dan satu orang pelaku lainnya.
Z dibonceng pelaku perampasan motor dengan modus menuduh nabrak orang di Jalan Kedungmangu, Surabaya, Selasa (20/1/2026) sore. Foto: tangkapan layar rekaman kamera CCTV.Lalu, pelaku minta F minta diantar ke lokasi lain. Tapiz sesampainya di Jalan Randu, F dipaksa turun oleh pelaku. F diancam untuk meninggalkan motornya lalu ditinggal pergi.
Keduanya dilaporkan selamat tidak terluka fisik, tapi sepeda motor yang dibawa F dibawa kabur. Motornya Honda Beat, warna hitam-merah tahun 2023, nopol L 4648 CAJ.
Menurut Nurmalasari, kejadian perampasan itu sudah dilaporkan ke Polres Tanjung Perak Surabaya.
“Ciri-ciri pelakunya agak hitam kulitnya, tinggi sekitar 160 cm, rambut salah satu pelaku pakai semir kuning dan bertopi,” kata Nurmalasari menutup laporannya. (ham/rid)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3122526/original/073395900_1588921137-Peter_Withe.jpg)

