Bitcoin Masuk Zona Kritis, Lanjut Reli atau Anjlok ke US$74.000?

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pergerakan harga Bitcoin kembali memasuki fase krusial. Setelah reli cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto terbesar di dunia itu kini berada di area harga yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Akankan aset digital ini mencetak rekor atau justru berbalik terkoreksi?

Dikutip dari CoinPedia, secara teknikal menunjukkan bahwa sruktur pergerakan Bitcoin saat ini dalam fase koreksi lanjutan usai reli. Menurut Analis teknikal, pola seperti ini lazim terjadi ketika pasar mencoba menyeimbangkan  sebelum menentukan arah baru, apakah melanjutkan tren naik atau memasuki penurunan yang lebih dalam.

Baca Juga :
Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke Rp1 Miliar, Ada Apa?
Bank Besar AS Kompak Serok Bitcoin saat Investor Ritel Panik

Melansir CoinMarketCap pada Rabu, 21 Januari 2026 hingga pukul 13.02 WIB, harga Bitcoin melemah 2,88 persen selama 24 jam terakhir ke level US$89.7177,75. Tren koreksi juga terlihat dalam tujuh hari terakhir di mana Bitcoin tergerus 5,42 persen.

Bitcoin.
Photo :
  • Unsplash

Bitcoin Berpotensi Rontok ke Level US$74.000

Analisis teknikal menegaskan bahwa Bitcoin berada di area zona penentuan (decision zone). Dalam fase ini, harga sering bergerak tidak pasti karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi arah. 

Dalam skenario negatif, Bitcoin berpotensi kembali menguji area US$74.000. Prediksi ini sangat bergantung pada bagaimana harga bereaksi terhadap level support terdekat. 

Pandangan lain mengungkap bahwa penurunan harga Bitcoin mendekat kelevel resistance ridak selalu berujung pada koreksi tajam. Selama harga mampu bertahan di atas level support kunci, tren naik jangka menengah hingga panjang masih dianggap valid.

Hingga saat ini, belum terlihat sinyal kuat bahwa tekanan jual sepenuhnya menguasai pasar. Untuk mengonfirmasi pembalikan arah, Bitcoin perlu menembus ke bawah zona support penting dengan volume dan momentum yang jelas.

Peluang Naik Masih Terbuka

Di sisi lain, peluang kenaikan belum sepenuhnya tertutup. Bitcoin masih berpotensi melakukan satu dorongan naik lagi sebelum arah pasar benar-benar ditentukan. 

Proyeksi ini dapat terealisasi jika area support di kisaran US$94.000 hingga US$95.000 mampu dipertahankan. Bahkan harga berpotensi menguji level US$98.000 atau bahkan sedikit lebih tinggi.

Sinyal penguatan yang lebih meyakinkan akan muncul apabila Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas area US$95.600 hingga US$95.800. Pergerakan tersebut dapat menjadi indikasi bahwa fase koreksi telah berakhir dan tren naik siap berlanjut.

Baca Juga :
Harga Bitcoin Anjlok Imbas Tarif Trump ke Eropa soal Greenland
Saham Strategy Terbang Dua Digit, Efek Bitcoin Capai Rp1,64 Miliar
Bitcoin Terbang Tembus Level Rp1,6 Miliar, Inflasi AS dan Gejolak Global Picu Aksi Borong Investor

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Buru Pelaku Order Fiktif Katering yang Catut Nama Pejabat Polda DIY
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Edarkan Uang Palsu, Guntur Herianto dan Njo Joni Andrean Dituntut 3 Tahun Penjara
• 43 menit lalurealita.co
thumb
Anak-anak Terseret Polemik Warisan, Sule Meledak: Jangan Ganggu Keluarga Saya!
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Kanada Ogah Bayar, Prancis Tegas Tolak Dewan Perdamaian Gaza Trump
• 8 menit laluidntimes.com
thumb
Lonjakan Belanja Online Picu Modus Kejahatan Siber Baru yang Incar Saldo Rekening
• 20 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.