Hadir di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Tantangan Pembiayaan di Emerging Markets

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bank lokal dinilai memiliki peranan penting sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil.

Hadir di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Tantangan Pembiayaan di Emerging Markets (FOTO:Dok BRI)

IDXChannel – Tantangan utama pembiayaan berkelanjutan di negara berkembang bukan terletak pada kurangnya komitmen atau ketersediaan modal global, melainkan pada kemampuan eksekusi di tingkat lokal. 

Bank lokal dinilai memiliki peranan penting sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil. 

Baca Juga:
Waspada Hoaks, Kemenag Tegaskan Tak Ada Rekrutmen CPNS dan PPPK

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi dalam diskusi panel bertajuk “Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets”, yang diselenggarakan di Indonesian Pavillion di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2025).

“Ketika kita berbicara tentang keberlanjutan di emerging markets, pertanyaan sesungguhnya bukan soal ambisi, melainkan eksekusi. Modal untuk keberlanjutan sebenarnya sudah tersedia secara global. Tantangannya adalah bagaimana memindahkan modal tersebut secara aman, efisien, dan berskala ke tempat yang paling membutuhkan,” ujar Hery dikutip Rabu (21/1/2025).

Baca Juga:
Tarif Angkutan Laut Tekan Kinerja, Laba PPGL Merosot 57,6 Persen

Hery menjelaskan di negara berkembang, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peran krusial dalam perekonomian.

Sektor ini menciptakan lapangan kerja, menopang rantai pasok lokal, serta menjadi jangkar ketahanan komunitas. Namun demikian, UMKM kerap tidak menjadi bagian utama dalam diskusi global mengenai pembiayaan berkelanjutan. 

Baca Juga:
Usut Dugaan Kasus Korupsi Limbah Sawit, Kejagung Geledah Money Changer

Menurutnya, tidak akan ada transisi hijau maupun pertumbuhan inklusif yang berhasil tanpa keterlibatan UMKM. “Pembiayaan berkelanjutan harus bersifat inklusif. Transisi hanya akan berhasil jika UMKM bergerak maju bersama, bukan tertinggal,” kata dia. 

Dalam konteks global, Hery menyoroti pentingnya peran bank lokal sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil. 

Menurutnya, tanpa kemampuan eksekusi di tingkat lokal, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan sulit menjangkau kebutuhan nyata di lapangan. Pandangan tersebut sejalan dengan perspektif investor global.

Presiden dan CEO TCW, Kathryn Koch menilai persepsi risiko terhadap emerging markets kerap berlebihan. Dalam konteks portofolio global, ia bahkan menyebut bahwa mengabaikan negara berkembang justru dapat meningkatkan risiko investasi. 

“Justru berisiko jika tidak memiliki eksposur ke emerging markets,” ujar Kathryn. Ia menambahkan bahwa kompleksitas pasar negara berkembang sering kali disalahartikan sebagai risiko, padahal dapat dikelola secara efektif melalui sistem keuangan lokal yang kuat. 

Menurut Kathryn, bank-bank domestik dengan jaringan luas dan pemahaman mendalam terhadap sektor riil memiliki peran strategis dalam menerjemahkan modal global menjadi pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. 

Sejalan dengan pandangan tersebut, Hery menjelaskan BRI menjalankan peran sebagai anchor bank dengan menggandeng pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta bank multilateral untuk menyalurkan blended finance ke sektor UMKM. 

Tanpa keberadaan bank jangkar lokal, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan tidak mencapai sektor riil secara optimal.

Selain peran kelembagaan, digitalisasi juga disebut sebagai faktor kunci dalam mendorong skala pembiayaan berkelanjutan. Menurut Hery, digitalisasi memungkinkan penurunan biaya pembiayaan, perluasan akses kredit, serta pengumpulan data ESG hingga ke level UMKM.

Dengan dukungan teknologi digital, pembiayaan berkelanjutan tidak lagi berhenti pada proyek percontohan, melainkan berkembang menjadi sebuah sistem yang terintegrasi. 

“Digitalisasi memungkinkan keberlanjutan untuk berkembang dalam skala besar, menurunkan biaya pembiayaan, memperluas akses kredit, serta memungkinkan pengumpulan data ESG hingga ke tingkat UMKM,” katanya. 

Sebagai bank dengan fokus utama pada 

segmen mikro dan UMKM, BRI menempatkan keberlanjutan bukan sebagai inisiatif terbatas, melainkan sebagai strategi mass market. Hery menegaskan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA BRI dalam membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari. 

Salah satu hambatan utama pembiayaan berkelanjutan adalah persepsi bahwa UMKM tidak bankable, berisiko tinggi, dan berimbal hasil rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, BRI menggeser pendekatan dari pembiayaan berbasis agunan menuju data-driven trust. 

Melalui digital underwriting, pemanfaatan data transaksi dan perilaku, serta penguatan ekosistem usaha. Pendekatan ini memungkinkan BRI mengelola risiko pembiayaan UMKM secara lebih terukur, sekaligus memperluas skala pembiayaan berkelanjutan. 

“Sustainability bukan inisiatif niche bagi kami, tetapi strategi mass market yang tertanam dalam cara kami membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari,” kata Hery 

Dia menegaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan tidak seharusnya berhenti pada instrumen seperti green bond atau proyek infrastruktur besar. “Keberlanjutan yang nyata terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa, petani, dan micro-entrepreneur. Ini bukan bantuan sosial, melainkan aktivitas ekonomi yang layak secara komersial,” ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TRC BPBD Makassar Diperkuat untuk Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD di 3 Provinsi Terdampak Bencana
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Dorong Ketahanan Pangan, BRIN Kembangkan Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Selain Black Box, Tim SAR Berhasil Evakuasi CVR Pesawat dari Lereng Gunung Bulusaraung
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Menkeu Purbaya Dukung Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Tegaskan Indepensi TerjagaI
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.