Jumlah bayi yang lahir di Tiongkok kini kurang dari setengah dibandingkan sepuluh tahun lalu. Untuk setiap 10 bayi yang lahir, ada 14 orang yang meninggal dunia. Tingkat penuaan penduduk kembali mencetak rekor baru, dan krisis kependudukan terus dipercepat.
Tahukah Anda? Jumlah kelahiran tahunan di Tiongkok kini sudah kurang dari setengah dibandingkan satu dekade lalu.
EtIndonesia. Pada 19 Januari, Biro Statistik Nasional Tiongkok (PKT) merilis data yang menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tingkat kelahiran Tiongkok adalah 5,63 per seribu penduduk, dengan jumlah kelahiran sebanyak 7,92 juta jiwa. Padahal pada tahun sebelumnya, yakni 2024, jumlah kelahiran masih mencapai 9,54 juta.
Artinya, hanya dalam satu tahun, jumlah bayi baru lahir berkurang langsung sebanyak 1,62 juta jiwa—setara dengan lenyapnya sebuah kota kecil atau menengah. Sementara itu, jumlah penduduk yang meninggal dunia sepanjang tahun 2025 mencapai 11,31 juta jiwa, dengan tingkat kematian sebesar 8,04 per seribu penduduk.
Jika dihitung demikian, maka untuk setiap 10 bayi yang lahir, terdapat 14 orang yang meninggal dunia.
Pada saat yang sama, jumlah penduduk usia kerja di Tiongkok mencapai puncaknya sekitar tahun 2011, lalu terus menurun sejak saat itu.
Hingga tahun 2025, proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas kembali meningkat sebesar 1 poin persentase. Dapat dikatakan bahwa tren penuaan penduduk di Tiongkok telah mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi. (Hui)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478905/original/083048200_1768959730-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_08.32.11.jpeg)