Jakarta, VIVA – Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan menjelaskan bahwa terdapat 183 personel TNI-Polri menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026. Angka itu naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2025.
"TNI-Polri hari ini kita ada 183 orang. Tahun kemarin ada 75, berarti ada kenaikan hampir 100 persen lebih," kata Gus Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat Rabu, 21 Januari 2026.
- Rania
Gus Irfan menambahkan bahwa ratusan personel TNI-Polri itu sedang mengikuti pelatihan PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Para personel yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi 2026 akan menjalankan tugas di berbagai bidang, termasuk perlindungan jemaah.
Kemudian, petugas haji dari TNI-Polri mayoritas adalah untuk perlindungan jemaah (linjam), ada juga terkait dengan kesehatan, layanan lansia, dan lain-lain.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya bakal menambah petugas haji dari TNI-Polri. Hal itu, katanya, sesuai dengan Perintah Presiden Prabowo Subianto.
Ia menambahkan, unsur TNI-Polri memang setiap tahunnya ditugaskan menjadi petugas haji.
"Ya kan memang dari TNI-Polri setiap tahun ada. Artinya, disebut dengan linjam (perlindungan jamaah), petugas keamanan. Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden," ucap Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Dahnil menilai, petugas haji dari TNI-Polri memiliki fisik yang lebih prima. Dengan demikian, kata dia, petugas haji dapat bekerja lebih baik untuk melayani jemaah.
"Kita akan tambah supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri," jelasnya.
- Andika Wahyu/MCH 2025
Kendati demikian, Dahnil belum menjelaskan terkait berapa jumlah penambahan petugas haji dari unsur TNI-Polri itu.
"Persentasenya nanti kita lihat. Karena secara khusus belum kita bahas. Yang jelas bertambah, gitu," pungkasnya.




