Ekonom Berharap Prabowo Yakinkan Indonesia Disiplin Fiskal saat Pidato di WEF

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto akan berpidato di World Economy Forum atau WEF 2026 pada Kamis (22/1). Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian berharap isi pidatonya berfokus pada komitmen pemerintah terhadap disiplin fiskal.

Sebab, defisit APBN per Desember 2025 menjadi 2,92%, lebih tinggi dari realisasi 2024 sebesar 2,29%.

Fakhrul menilai, penting untuk menggambarkan keberlangsungan operasional negara kepada  calon investor asing yang menghadiri WEF 2026.

"Kesinambungan fiskal harus dikomunikasikan dalam acara di Davos, Swiss pasca-melebarnya defisit fiskal tahun lalu. Ada disiplin fiskal dalam APBN 2025, tapi memang harus dinamis ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Fakhrul di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (21/1).

Berdasarkan laman resmi WEF, Presiden Prabowo akan memberikan pidato khusus bertema geo-ekonomi dan politik pukul 14.00 waktu Davos, Swiss. Kepala Negara akan didampingi oleh Presiden dan CEO WEF Børge Brende saat menyampaikan pidato.

Dari sisi politik, Fakhrul berharap Prabowo akan menyampaikan posisi Indonesia di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Menurut dia, pernyataan Kepala Negara harus menunjukkan keprihatinan kondisi global dan mendorong ke arah perdamaian.

Fakhrul memperkiraan Makan Bergizi Gratis akan menjadi program yang disinggung Prabowo dalam pidato di WEF 2026. Sebab, MBG telah menjadi salah satu program makan gratis terbesar di dunia dan masuk dalam radar investor asing.

"Investasi dalam program MBG bisa menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kualitas SDM nasional. Namun program tersebut harus diikuti program lain, seperti pendidikan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Daya Anagata Nusantara atau Danantara dan Kamar Dagang dan Industri alias Kadin Indonesia juga dijadwalkan memberikan pernyataan dalam Indonesia Pavilion selama WEF 2026.

Fakhrul menilai Danantara dan Kadin Indonesia harus dapat menunjukkan Indonesia sebagai titik terang di tengah pergolakan global.

"Kita harus menunjukkan melalui Danantara dan Kadin bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, mencari hubungan yang saling menguntungkan, dan menunjukkan selalu ada cara yang lebih baik dalam memberikan nilai tambah," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo akan memberikan pidato kepada 61 kepala negara dalam WEF. Beberapa kepala negara yang dimaksud adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen.

"Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara," kta Teddy, Minggu (18/1).

Sebelum melawat ke Davos, Presiden Prabowo berkunjung ke London, Inggris. Kepala Negara akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim.

Selanjutnya, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya.

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung David dan Victoria Beckham, Mantan Hairstylist Serang Nicola Peltz
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mobil Dinas Diskominfo Jember Terjun ke Sungai Akibat Longsor
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Taklukan Carraggi, Ginting Lolos ke 16 Besar
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Israel Mulai Bongkar Markas UNRWA di Yerusalem Timur, PBB Mengecam Keras
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Australian Open: Dila/Olmos Hajar Wakil Tuan Rumah Dalam Waktu 108 Menit
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.