FAJAR, MAKASSAR — Korps Pecinta Alam Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Korpala Unhas) terlibat langsung dalam misi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Korpala Unhas mengerahkan total 13 personel yang tergabung dalam Tim Hasty dan Regu Khusus Penyelamat (Resusmat) sejak Jumat, 17 Januari 2026, untuk membantu tim SAR gabungan menghadapi medan ekstrem di lokasi kejadian.
Anggota Tim Resusmat Korpala Unhas, A.N. Anugrah Saputra Pratama, mengatakan pihaknya berperan sebagai tim pendukung sekaligus penyelamat dalam proses evakuasi di medan terjal.
“Peran kami sebagai tim support dan penyelamat di medan ekstrem. KORPALA Unhas menyediakan peralatan vertical rescue seperti tali statis sepanjang 250 meter, ascender, descender, serta perlengkapan pendukung lainnya,” ujarnya saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Selasa (21/1).
Selain dukungan peralatan, tim Korpala Unhas juga terjun langsung melakukan vertical rescue di lereng Gunung Bulusaraung untuk menyisir lokasi korban serta serpihan pesawat.
Anugrah menjelaskan, Tim Resusmat dibagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 11 personel diterjunkan langsung ke lapangan, sementara dua personel lainnya bertugas sebagai penghubung informasi dengan Markas Besar Korpala Unhas.
Ia mengungkapkan, medan Gunung Bulusaraung menghadirkan tantangan berat. Cuaca yang tidak menentu, vegetasi rapat, hujan deras, serta angin kencang menjadi kendala utama selama proses pencarian.
“Medannya cukup ekstrem dengan kedalaman mencapai sekitar 350 meter. Tim harus sangat berhati-hati saat melakukan descending dan ascending, termasuk mewaspadai hewan melata seperti ular,” katanya.
Meski dihadapkan pada kondisi berat, Anugrah memastikan kondisi fisik dan mental tim tetap terjaga. Seluruh personel telah dibekali pelatihan kesiapsiagaan sejak awal serta menjaga asupan makan dan keamanan perlengkapan selama operasi.
Sementara itu, Ketua Umum KORPALA Unhas, Muh Rafly, menjelaskan kronologi pengerahan personel dimulai pada 17 Januari 2026 pukul 19.00 WITA dengan mengirim dua anggota Tim Hasty untuk mengumpulkan informasi awal di lokasi.
“Setelah mendapatkan data lapangan, tim ditarik ke Mabes KORPALA Unhas untuk evaluasi. Pada 18 Januari, kami membentuk Tim RESUSMAT beranggotakan enam orang dan langsung diberangkatkan ke lokasi,” ujarnya.
Penguatan personel kembali dilakukan pada 19 Januari 2026 pukul 06.00 WITA dengan mengirim empat personel tambahan, serta tiga personel lainnya pada 20 Januari 2026 pukul 22.00 WITA.
Rafly menegaskan, meski menghadapi tantangan alam yang berat, KORPALA Unhas tetap berkomitmen menjalankan misi kemanusiaan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan semua pihak. Kekompakan serta komunikasi yang baik sangat penting agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar,” jelasnya. (*/)
Oleh: Dian Adiyat, Aisyah Alhumairah
Magang Fajar, Unhas



