REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Palestine 36 arahan sutradara Annemarie Jacir masuk nominasi Best International Feature Film pada ajang Irish Film & Television Awards (IFTA). Film ini bersaing dengan sejumlah judul internasional, yakni Bugonia, Hamnet, One Battle After Another, Sentimental Value, dan Sinners.
Nominasi tersebut hadir di tengah momentum global yang terus menguat bagi Palestine 36. Film ini sebelumnya masuk shortlist Oscar sebagai perwakilan Palestina untuk kategori International Feature Film pada Academy Awards ke-98. Selain itu, film ini mencatat pencapaian penting dengan penayangan teatrikal selama 13 pekan berturut-turut di bioskop Inggris dan Irlandia.
- Durasi Film Terlalu Lama? Bos Bioskop Sebut tak Lagi Relevan Bagi Penonton Modern
- Jason Momoa Sebut Cerita A Minecraft Movie 2 Lebih Kocak Dibandingkan Film Pertama
- Kisah Inspiratif Michael O, Dulu Manusia Silver Kini Melenggang di Runaway
Distribusi internasional Palestine 36 juga terus meluas. Setelah rilis teatrikal di Prancis dan berbagai negara di Timur Tengah, film ini dijadwalkan tayang di Italia, Jerman, Spanyol, Chile, Belgia, serta Amerika Utara. Sementara itu, pemutaran perdana di Palestina telah digelar di Gaza.
Berlatar peristiwa besar pada 1936, Palestine 36 mengikuti kisah Yusuf, seorang pemuda yang hidup di antara desa pedesaan dan jalan-jalan Yerusalem yang penuh ketegangan. Cerita berlangsung ketika Palestina di bawah Mandat Inggris dilanda pemberontakan terbesar dan terpanjang melawan kolonialisme Inggris, demikian seperti dilansir laman Roya, Rabu (21/1/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Film ini dibintangi oleh deretan aktor internasional, termasuk Hiam Abbass, Saleh Bakri, Kamel El Basha, Dhafer L'Abidine, Yasmine Al Massri, Billy Howle, Liam Cunningham, Robert Aramayo, dan Jeremy Irons. Palestine 36 disebut sebagai film paling ambisius dalam karier sutradara Annemarie Jacir.
Produksi Palestine 36 dimulai pada Januari 2023, dengan proses restorasi dan pembangunan lokasi berskala besar. Namun, proyek ini sempat disetop dan relokasi, sehingga tim harus memulai ulang produksi beberapa kali. Setelah 13 bulan, syuting akhirnya dapat diselesaikan di Palestina.
Tahap akhir produksi rampung pada November 2024, setelah mengalami empat kali penghentian akibat situasi geopolitik yang semakin tegang. Film ini menjadi satu-satunya film fitur yang melakukan syuting di Palestina dalam dua tahun terakhir, menjadikan proses pembuatannya tidak terpisahkan dari makna film itu sendiri: sebuah karya yang lahir dari krisis, realitas hidup, serta keyakinan pada sinema sebagai memori budaya dan bentuk ketahanan.
Dengan capaian ini, Palestine 36 menjadi film keempat Annemarie Jacir yang diajukan Palestina dalam ajang Academy Awards kategori International Feature Film, setelah Salt of This Sea, When I Saw You, dan Wajib. Film ini juga tercatat sebagai submission Palestina ketiga yang berhasil masuk shortlist Oscar, mengikuti Omar karya Hany Abu-Assad dan From Ground Zero, antologi film buatan kolektif sineas Gaza. Jacir pun mencatat sejarah sebagai sutradara perempuan pertama dari Palestina yang mewakili negaranya dan masuk shortlist Oscar untuk kategori Best International Film.
A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)


