Prihatin Tambang Emas Pongkor Telan Korban, Ketua DPRD Bogor Buka Suara

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, buka suara terkait musibah yang terjadi di kawasan tambang emas Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menimbulkan korban jiwa.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya dalam aktivitas pertambangan yang menyangkut keselamatan manusia.

BACA JUGA: Begini Kondisi Tambang Emas Diduga Ilegal di Poboya Sulteng, Bareskrim Diminta Bertindak

“Atas terjadinya musibah di Pongkor, semoga ini menjadi pembelajaran buat kita semua karena peristiwa ini menyebabkan adanya korban,” kata dia, di Cibinong, Rabu.

Ia mengaku belum memperoleh laporan resmi dari kepolisian terkait kondisi sesungguhnya di lapangan, termasuk jumlah korban jiwa yang masih simpang siur antara data kepolisian dan pernyataan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: Cukong Tambang Emas Ilegal di Gorontalo Tertangkap

Menurut dia, DPRD Kabupaten Bogor berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kejadian tersebut, terutama jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun kelalaian dalam aspek keselamatan kerja.

“Kalau memang ada kesalahan prosedur, kami minta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

BACA JUGA: Bentrokan Warga di Tambang Emas Berujung Maut, Polisi Langsung Siaga

Ia juga menyoroti masih maraknya aktivitas penambangan ilegal di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Nanggung, yang dinilai tidak memenuhi ketentuan keselamatan dan sangat berisiko bagi para penambang.

Sastra menilai praktik penambangan ilegal kerap dilakukan tanpa standar keselamatan, sehingga membahayakan para pekerja. Karena itu, ia meminta tidak ada pembiaran terhadap aktivitas tersebut.

“Kami bisa pastikan saudara-saudara kita yang melakukan itu tidak sesuai dengan standar keselamatan, tentu ini perlu menjadi atensi bersama agar bisa memberikan pemahaman,” katanya.

Selain penegakan hukum, DPRD Kabupaten Bogor juga mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pertambangan ilegal.

“Pemerintah daerah harus mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa menghidupi keluarganya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan,” ujar Sastra.

Sebelumnya, tim gabungan telah mengevakuasi tiga penambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sepekan setelah insiden kepulan asap, dengan seluruh korban yang ditemukan berada dalam kondisi meninggal dunia.

Polsek Nanggung mencatat, selain tiga penambang asal Desa Urug Kecamatan Sukajaya yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, terdapat penambang lain yang meninggal dunia akibat korban kepulan asap, namun telah berhasil dievakuasi secara mandiri, yakni dua warga Desa Malasari Kecamatan Nanggung.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layanan Telkomsel dan IndiHome Kembali Normal Usai Alami Gangguan Nasional
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Indonesia Masters 2026, Kamis 22 Januari: Ada 3 Perang Saudara, Fajar/Fikri vs Leo/Bagas
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Zodiak yang Bakal Tuai Karma Baik di Tahun 2026
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Deretan Pemain Persib yang Layak Dapat Kesempatan Membela Timnas Indonesia setelah Ditangani John Herdman
• 10 jam lalubola.com
thumb
Dilamar El Rumi, Syifa Hadju Semringah Dipakaikan Kalung Berlian Seharga Mobil oleh Maia Estianty
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.