Febri Hariyadi! Pemain Persib Bandung yang Dikaitkan dengan Semen Padang Namun Berpeluang ke PSIS Semarang

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BANDUNG –Nama Febri Hariyadi kembali berputar di pusaran bursa transfer. Winger Persib Bandung itu mencuat jelang putaran kedua Super League 2025/2026, setelah kabar ketertarikan sejumlah klub beredar luas di media sosial. Semen Padang FC disebut-sebut sebagai salah satu peminat serius. Namun di balik rumor itu, muncul kemungkinan lain yang tak kalah menarik: PSIS Semarang.

Isu kepindahan Febri pertama kali ramai setelah akun pemantau transfer @bocahbolaid mengunggah kabar bahwa pemain berusia 29 tahun tersebut tengah dikaitkan dengan Semen Padang FC. “Rumours!! Sempat dikaitkan dengan Persis Solo, winger milik Persib Bandung Febri Hariyadi kini dikaitkan dengan klub Super League lainnya, yakni Semen Padang FC!” tulis akun tersebut. Unggahan itu langsung menyulut diskusi di kalangan suporter, terutama mengingat status Febri sebagai pemain yang identik dengan Persib.

Bagi Persib Bandung, Febri bukan sekadar pemain. Ia adalah produk asli Bandung, tumbuh dan besar dalam ekosistem klub. Febri lahir di Jawa Barat pada 19 Februari 1997. Karier sepak bolanya dimulai sejak usia belia di Sekolah Sepak Bola UNI Bandung pada 2005. Lima tahun di sana membentuk fondasi teknik dan naluri menyerangnya. Pada 2010, ia masuk akademi Persib Bandung—jalur yang kelak membawanya ke tim utama.

Dari akademi Persib, Febri mengasah karakter yang kemudian melekat pada dirinya: cepat, agresif, dan berani menantang bek lawan satu lawan satu. Ia resmi bergabung dengan skuad senior Persib pada 2016 dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Debut profesionalnya terjadi di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) A saat Persib menghadapi Sriwijaya FC di Palembang. Malam itu, Persib kalah 3-0. Namun bagi Febri, laga tersebut menjadi gerbang masuk ke panggung sepak bola nasional.

Seiring waktu, Febri menjelma menjadi salah satu sayap paling eksplosif di Liga 1. Ia juga menembus berbagai level tim nasional—dari U-19, U-23, hingga timnas senior. Debutnya bersama timnas senior tercatat pada 2017 saat Indonesia menghadapi Myanmar. Pada masa itu, nama Febri kerap disebut sebagai simbol regenerasi pemain sayap Indonesia.

Statistik kariernya mencerminkan konsistensi tersebut. Sepanjang karier profesional, Febri telah mencatatkan 165 pertandingan dengan torehan 20 gol. Ia juga mengoleksi lebih dari 10 ribu menit bermain—angka yang menunjukkan betapa seringnya ia dipercaya pelatih. Nilai pasarnya pun pernah melambung tinggi. Pada 2019, harga pasar Febri mencapai puncaknya di angka Rp 6,95 miliar.

Namun sepak bola tak selalu bergerak lurus. Musim 2025/2026 menjadi periode sulit bagi Febri. Ia jarang mendapat kesempatan tampil reguler. Hingga putaran pertama berakhir, Febri hanya bermain dalam tujuh pertandingan dan mencetak satu gol. Perannya di dalam tim kian menyusut, seiring perubahan kebutuhan taktik dan persaingan internal di Persib.

Situasi inilah yang membuka ruang spekulasi. Dengan harga pasar saat ini berada di kisaran Rp 1,74 miliar, Febri menjadi opsi menarik bagi klub-klub yang membutuhkan pemain sayap berpengalaman. Semen Padang FC, yang tengah berjuang memperkuat skuad di putaran kedua Super League, disebut melihat Febri sebagai sosok ideal untuk mendongkrak kualitas serangan.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Persib Bandung maupun Semen Padang FC. Negosiasi—jika memang ada—masih berjalan di balik layar. Dalam situasi semacam ini, rumor kerap berkembang lebih cepat dibanding keputusan resmi.

Di sisi lain, muncul dinamika tak terduga. PSIS Semarang, yang musim ini berlaga di Liga 2, terus membangun kekuatan dengan fokus pada pemain lokal berpengalaman. Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu disebut tengah menyusun proyek jangka menengah untuk kembali ke kasta tertinggi. Nama Febri Hariyadi ikut masuk dalam radar.

Bagi PSIS, mendatangkan Febri bukan hanya soal kualitas di lapangan. Ia adalah figur berpengalaman, mantan pemain timnas, dan punya mental kompetisi tinggi. Kehadirannya bisa menjadi magnet sekaligus pemimpin di ruang ganti—peran yang krusial bagi tim yang menargetkan promosi.

Pilihan bagi Febri pun tidak sederhana. Bertahan di Persib berarti bersaing kembali untuk mendapatkan tempat utama. Hijrah ke Semen Padang menawarkan tantangan baru di level Super League, dengan peluang bermain lebih besar. Sementara PSIS Semarang membuka skenario berbeda: turun kasta sementara, tetapi dengan peran sentral dan visi membangun ulang karier.

Putaran kedua Super League 2025/2026 menjadi momentum penting, bukan hanya bagi klub-klub yang berburu poin, tetapi juga bagi pemain seperti Febri Hariyadi yang berada di persimpangan karier. Apakah ia akan tetap setia pada rumah lamanya, atau memilih jalan baru demi menit bermain dan relevansi?

Jawaban atas pertanyaan itu masih menunggu waktu. Yang jelas, nama Febri Hariyadi kembali hidup di bursa transfer—dan setiap rumor tentangnya selalu membawa cerita tentang loyalitas, perubahan, dan upaya seorang pemain untuk menemukan kembali panggung terbaiknya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Survei Bakal Capres, Elektabilitas Anies Baswedan Masih Menjanjikan, Kuntit Prabowo di Puncak
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
Korban Ketiga Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Berupa Potongan Tubuh
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Universitas
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Pajak Kaltimtara Anjlok 28% Tahun 2025, Batu Bara Jadi Biang Kerok
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar 20 Kapolsek yang Dirotasi Kapolda Metro Jaya
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.