JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara per Rabu (21/1/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan tertulis menjelaskan, hingga hari ini tidak terdapat penambahan korban meninggal dunia maupun hilang.
“Dalam perkembangan terkini, tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa, hilang dan mengungsi,”kata Muhari, Rabu.
Baca Juga: BNPB: Penanganan Sektor Permukiman Pascabencana Sumatera Fokus ke Puluhan Ribu Rumah Rusak Berat
“Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.200 jiwa, sementara korban hilang sebanyak 143 jiwa, sementara untuk jumah pengungsi sebanyak 113.903 jiwa,” tambahnya.
Muhari menjelaskan, hingga kini upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
Salah satu upaya yang dilakukan agar wilayah terdampak dapat kembali kondusif untuk dihuni adalah percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
“Upaya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar wilayah terdampak semakin kondusif untuk dihuni kembali,” bebernya.
Baca Juga: [FULL] Waspada Cuaca Ekstrem! BNPB Ungkap Penanganan Banjir Pemerintah di Jakarta-Jateng
Dalam keterangannya, Muhari juga menyampaikan laporan distribusi logistik sejak 29 November 2025 hingga 20 Januari 2026.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir sumatera
- korban banjir sumatera
- penanganan bencana



