JAKARTA, KOMPAS.com - Warga yang kerap melintas di trotoar survival Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, berharap pengerjaan proyek saluran limbah septic tank cepat selesai.
Pasalnya warga merasa kerepotan saat berjalan di lokasi itu karena proyek pembangunan memakan hampir seluruh badan trotoar.
"Sempit ya lewat sini. Kalau pas cuaca terang begini cuma terasa sempit saja. Tapi kalau pas hujan itu ribet. Bukan repot lagi, tapi ribet emang," ujar Dewi (48) saat dijumpai Kompas.com di lokasi, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Menjajal Trotoar Survival Dekat Sarinah yang Sempit Tergusur Proyek
Dewi hampir setiap hari melintas di lokasi tersebut dengan berjalan kaki menuju ke kantor dan pulang kerja.
Menurutnya perlu ada solusi segera agar dampak pembangunan tidak merepotkan pejalan kaki.
"Kalau bisa jangan lama-lama gitu. Kita cuma dapetin sedikit doang space-nya kan, space-nya cuma buat satu badan kita doang. Udah gitu becek," keluh Dewi.
"Yang penting diminimalisir-lah dampaknya. Jangan terlalu lama-lama. Terutama kita pengguna jalan sehari-hari kita lalui jalan ini. Ya saya minta sama pemerintah segera diatasi dengan cermat," tegasnya.
Ruang Sempit
Sementara itu, warga Sabang, Arif (60) mengatakan, kondisi trotoar yang tinggal menyisakan ruang sempit tidak terlalu menyulitkan.
Menurutnya, yang penting warga bisa melintasi trotoar walau sempit.
"Kalau saya, kan tinggal di Sabang, berangkat jualan ke Tanah Abang kadang jalan kaki. Yang penting itu ada jalannya. Kalau misal tidak ada justru repot karena harus muter-muter kan," tutur Arif.
"Kalau pas hujan, becek biasanya kita cincing-cincing saja celana kita," lanjutnya.
Meski demikian, Arif berharap agar pengerjaan proyek di trotoar Wahid Hasyim cepat selesai.
Baca juga: Trotoar Rasuna Said Tak Ramah Pejalan Kaki
Ia menyarankan, bila perlu jumlah pekerja ditambah supaya proyek cepat tuntas.
"Ya bagus sih ini proyek saluran pembuangan limbah katanya. Tapi harus lebih cepat. Kita lewat sini jadi agak lama kan karena ada proyek ini," tutur Arif.