Indonesian Cultural Outlook 2026 Jadi Upaya Penguatan Diplomasi Budaya

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Budaya diyakini merupakan pilar pertahanan yang dapat memperkuat komunitas dunia di era yang penuh konflik, krisis iklim dan disrupsi teknologi. Budaya merupakan unsur perekat dalam mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara.

Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kegiatan Indonesian Cultural Outlook 2026. Forum yang diinisiasi Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama ini menjadi wadah diplomasi budaya lintas kementerian dan lembaga.

"Pada UNESCO Mondiacult Oktober lalu, dunia menegaskan kembali bahwa kebudayaan adalah hak asasi manusia yang penting bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga :

Ini Dia 5 Desa Terbaik Peraih Penghargaan Desa Budaya 2025
Ia menegaskan bahwa terdapat lima pilar yang menjadi arah nasional Kementerian Kebudayaan. Kelimanya yaitu fondasi peradaban berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945; tata kelola budaya yang terintegrasi serta berbasis digital dan data; ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis; perkuatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh; serta pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.

"Dari pilar-pilar tersebut, kita bisa melihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah Indonesia," terang Fadli.

Fadli juga menyampaikan rencana aksi budaya yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan selama satu tahun ke depan. Program prioritas dari setiap direktorat turut dipaparkan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Istimewa. Pemerintah terbuka untuk kolaborasi Fadli menekankan, pemerintah terbuka menyambut kolaborasi dengan negara sahabat dan institusi budaya. Baik dalam pengamanan, peningkatan kapasitas dan digitalisasi warisan budaya, serta pemberdayaan komunitas tradisional.

"Selain itu, kami terbuka untuk kolaborasi dalam penelitian dan program museum, situs warisan budaya, dan konservasi koleksi," jelas dia.

Fadli mengundang semua perwakilan negara sahabat, organisasi internasional, pelaku budaya, akademisi, pemerintah daerah serta sektor swasta untuk bersinergi melalui program kebudayaan yang konkret dan terukur.

"Jika kita semua menyelaraskan sumber daya, keahlian, dan jaringan, maka akan tercipta warisan budaya yang lebih tangguh, komunitas yang lebih berdaya, industri budaya yang lebih kompetitif, serta kehadiran budaya Indonesia yang berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan global," tutur Fadli.

Indonesian Cultural Outlook 2026 diharapkan dapat membangun dialog yang produktif, pemahaman bersama, serta komitmen awal kerja sama kebudayaan yang konkret dengan mitra internasional. Forum ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi budaya global sekaligus mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor dan negara yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respons Rencana Trump Caplok Greenland, Eropa Siap Boikot Piala Dunia 2026?
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mensesneg Respon Bupati Pati Kena OTT KPK: Bukti Perang Melawan Korupsi
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Paylater vs Kartu Kredit: Mana yang Lebih Menguntungkan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Negara Terlambat, Solidaritas Bergerak Lebih Dulu
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemkot Depok Akan Bangun Halte Transjakarta di Gerbang Tol Sawangan Tahun Ini
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.