tvOnenews.com - Sistem pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan akademik, karakter, dan daya saing pelajar. Di banyak negara maju, pendidikan dirancang tidak hanya untuk mengejar nilai, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.
Finlandia, misalnya, dikenal dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan kesejahteraan siswa, sementara Jepang dan Korea Selatan membangun budaya belajar disiplin yang didukung teknologi.
Hasilnya terlihat dalam berbagai laporan internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis OECD, di mana kualitas sistem pendidikan berkorelasi dengan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global.
Selain penguatan kurikulum, negara-negara maju juga membuka akses luas terhadap pengalaman belajar lintas negara. Program pertukaran pelajar, pelatihan internasional, dan kolaborasi institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam membentuk wawasan global siswa.
Amerika Serikat, misalnya, melalui berbagai program pertukaran yang dikelola lembaga pemerintah dan institusi pendidikan, mendorong pelajar untuk memahami perbedaan budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun kepemimpinan sejak usia sekolah menengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai mengarah pada pendekatan serupa. Pembaruan kurikulum, perluasan kesempatan beasiswa, serta kerja sama pendidikan internasional membuka ruang bagi pelajar Indonesia untuk berpartisipasi dalam program global.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan nasional memiliki potensi untuk menghasilkan pelajar yang mampu bersaing di tingkat internasional, termasuk dari satuan pendidikan berbasis madrasah.
Akses Pendidikan Global bagi Pelajar Indonesia
Salah satu contoh datang dari Ratu Dinara Nafeeza Nurdin, pelajar kelas XII MAN 4 Jakarta. Ia mengikuti program Vogue Winter Break yang diselenggarakan oleh Vogue College of Fashion di New York, Amerika Serikat. Program tersebut diikuti sekitar 200 siswa SMA terpilih dari 30 negara dan memberikan pengenalan mengenai industri fashion global, tidak hanya dari sisi kreatif, tetapi juga bisnis, komunikasi, dan kepemimpinan.
Keikutsertaan Dinara dalam program ini tidak terlepas dari akses pendidikan internasional yang ia peroleh. Saat ini, ia juga tercatat sebagai penerima beasiswa penuh dari Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES). Program ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas budaya serta membentuk sikap kepemimpinan dan tanggung jawab sosial di kalangan pelajar.




