Satu Jenazah Korban Pesawat ATR Teridentifikasi

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MAKASSAR - Biddokes Polda Sulawesi Selatan mengidentifikasi satu jenazah laki-laki korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Rabu malam.

Korban atas nama Deden Maulana, pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.

BACA JUGA: Perjuangan Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter

Peti jenazah korban dibungkus terpal berwarna biru lalu diserahkan Tim Dokpol Biddokes Polda Sulsel kepada pihak keluarga melalui istri almarhum didampingi iparnya.

Selanjutnya diangkut ke dalam ambulans milik Dokpol menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros dan dijadwalkan bertolak ke Jakarta menggunakan pesawat angkutan kargo untuk dimakamkan.

BACA JUGA: Viral Rekaman Langkah Kaki Kopilot Pesawat ATR

Terlihat istri almarhum yang mengenakan cadar tidak mampu berkata-kata dan enggan diwawancara awak media, sedangkan perwakilan maskapai penerbangan itu, berupaya menghalang-halangi jurnalis untuk mendapatkan keterangan dari keluarga korban.

Jenazah Deden Maulana ditemukan tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1), sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter, setelah pesawat nahas itu menabrak gunung setempat pada Sabtu (17/1) siang.

BACA JUGA: Jenazah Perempuan Korban Pesawat ATR Tiba di Posko DVI

Jenazah korban baru dapat dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas setelah tim SAR meletakkan jenazah di ruang terbuka di Dusun Lampeso, Kecamatan Cendrana, Kabupaten Maros dengan metode hoist operator.

Evakuasi korban terkendala cuaca ekstrem, hujan deras disertai kabut, serta medan yang curam selama empat hari perjalanan darat, naik turun bukit ditandu tim SAR.

Sebelumnya, Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris didampingi Kabag Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat konferensi pers di Posko DVI Biddokes belum menyampaikan identifikasi nama dan tes pemeriksaan kepada wartawan.

Pukul 21.59 Wita diketahui jenazah sudah siap diserahkan ke pihak keluarga.

Ditanya berapa lama proses jenazah diidentifikasi, mengingat jenazah korban pertama yang ditemukan tersebut belum keluar hasil identifikasi, dia menjelaskan tergantung kondisi tubuh korban.

"Tadi saya bilang, tergantung kondisi jenazah. Kalau sidik jarinya masih bisa diperiksa, itu bisa di-claire (diketahui) secepatnya. Kalau kondisi jenazahnya, sidik jarinya susah diperiksa, itu dilakukan pemeriksaan pembanding yang lain," katanya.

Sejauh ini, jenazah tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Tim telah bekerja sejak pagi hingga malam setelah menerima jenazah.

Dia menyatakan identifikasi memerlukan waktu, ketepatan, dan ketelitian.

"Sangat sulit memang. Kami tidak membutuhkan kecepatan, tetapi membutuhkan ketepatan karena ini adalah suatu keadaan yang harus pasti, karena kami harus pastikan jenazah ini adalah korban ini (sesuai nama korban)," katanya. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 98 Perwira Menengah Polda Metro Jaya Dirotasi, Berikut Nama-namanya


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiket Whoosh Turun Harga, Jadi Rp225 Ribu hingga Akhir Januari
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Minta Bantu Masyarakat Ikut Cari, Kejagung Frustasi Kejar Jurist Tan?
• 9 jam laludisway.id
thumb
Perenang Difabel Mutiara Harsanto Raih Medali Emas ASEAN Para Games
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gubernur Herman Deru Groundbreaking Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Investasi Energi Terbarukan Terus Digenjot
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
4 Tantangan Ahn Bo Hyun Perankan Karakter Sun Jae Gyu di Spring Fever
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.