Karanganyar: Angin puting beliung menerjang kawasan Pasar Karangpandan, Karanganyar, Rabu sore, 21 Januari 2026. Peristiwa itu merusak puluhan kios, gerobak pedagang kaki lima (PKL), dan rumah warga.
Salah satu warga, Edi Budi Susilo, menceritakan puting beliung terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Menurutnya, peristiwa itu muncul tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
"Tidak ada hujan maupun angin kencang sebelumnya. Hanya saja, sesaat sebelum kejadian terdengar suara gemuruh dari arah selatan pasar. Kejadiannya tidak lama, hanya sekitar dua sampai tiga menit,” ujar Budi, di Karanganyar.
Baca Juga :
Permukiman di Banyumas Porak-poranda Diterjang Puting BeliungMeski berlangsung singkat, angin puting beliung telah merusak banyak rumah dan bangunan milik warga. Genteng puluhan rumah dan kios pasar beterbangan serta sejumlah gerobak PKL rusak.
Sementara itu, rekaman video amatir detik-detik puting beliung beredar luas di media sosial. Video itu memperlihatkan material ringan seperti puing bangunan beterbangan di udara. Banyak lapak dan gerobak PKL berceceran di jalanan.
Beberapa sepeda motor juga sempat terlempar. Warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi sempat panik dan berusaha menyelamatkan diri.
"Angin puting beliung menerjang sedikitnya empat desa di Kecamatan Karangpandan, yakni Desa Karangpandan, Desa Ngemplak, Desa Domplang, dan sebagian wilayah Desa Gerdu, sekitar pukul 16.45 WIB," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno.
Sekitar 20 kios di Pasar Karangpandan terdampak, dengan beberapa atap tersapu habis oleh angin. Bahkan, tembok bangunan lama juga ambruk.
Kerusakan akibat puting beliung di kawasan Pasar Karangpandan Karanganyar. Foto: istimewa
Hendro memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya satu anak yang mengalami luka ringan akibat pecahan kaca, dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
"Alhamdulillah sudah kondusif. Namun hingga malam ini masih hujan lebat," terang Hendro.




