Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Denpasar
Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Kota Denpasar, Rabu dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan seorang anak perempuan berusia 13 tahun terluka tertimpa atap serta tembok rumah.
Di Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, sedikitnya 20 rumah warga terdampak angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Sejumlah atap rumah beterbangan, bahkan satu atap garasi dilaporkan terlempar sejauh sekitar 500 meter dan menimpa bangunan serta sanggah merajan milik warga.
“Angin kencang sekali terjadi pada pukul 2.00 WITA. Akibat angin itu yang rusak banyak sekali, ada garasi mobil, rumah warga, semua hancur dan terbang,” ujar salah seorang warga, Made Budi, dikutip Rabu, 21 Januari 2026.
Dampak serupa juga terjadi di Lingkungan Pakisaji, Denpasar Timur. Angin kencang menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan parah. Dalam kejadian tersebut, seorang anak perempuan bernama Katrine mengalami luka setelah tertimpa atap dan tembok rumahnya yang roboh.
Ibu korban, Nyoman Murni, menuturkan saat kejadian dirinya sedang berjualan di pasar, sementara anaknya berada seorang diri di rumah.
“Saya tidak tahu rumah rusak karena angin kencang. Saya baru dapat kabar setelah anak saya sudah dibantu warga dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Nyoman Murni.
Sebelum diselamatkan warga, korban sempat berusaha keluar dari reruntuhan melalui bagian tembok belakang rumah yang roboh. Kondisi korban kini dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis.
Pasca kejadian, warga di Sidakarya dan Pakisaji bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar bergotong royong membersihkan puing bangunan serta atap rumah yang berhamburan. Sejumlah warga juga melakukan perbaikan darurat secara mandiri untuk mencegah kerusakan bertambah, mengingat hujan masih berpotensi turun.
BPBD Kota Denpasar melakukan pendataan awal serta penanganan di lokasi terdampak. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali selama puncak musim hujan. Kondisi tersebut ditandai hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi memicu angin puting beliung berskala lokal. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari.
Editor: Redaktur TVRINews




