PM Inggris Tegaskan Tak Goyah soal Greenland, Meski Diancam Tarif AS

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

London, VIVA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan goyah dalam mempertahankan prinsip dan nilai-nilainya terkait masa depan Greenland, meskipun menghadapi ancaman tarif dari Amerika Serikat.

"Saya tidak akan mengalah, Inggris tidak akan mengalah dalam prinsip dan nilai kami mengenai masa depan Greenland di bawah ancaman tarif," kata  Starmer dalam sesi tanya jawab mingguan Perdana Menteri di House of Commons, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga :
Kanada Siapkan Skenario Pertahanan Hadapi Invasi AS, Buntut Unggahan Provokatif Trump
Presiden Dewan Eropa Kecam Ancaman Donald Trump soal Greenland

Penegasan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pekan lalu yang menyebut Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris, mulai 1 Februari. 

Tarif itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni, hingga tercapai kesepakatan yang disebut Trump sebagai "pembelian penuh dan total Greenland."

Menanggapi kritik Trump pada Selasa terhadap kesepakatan Inggris mengenai Kepulauan Chagos, Starmer mengatakan pernyataan tersebut dibuat "secara khusus untuk memberi tekanan kepada saya dan Inggris" terkait sikap London terhadap Greenland.

Ia juga menambahkan bahwa pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan Chagos sebagai "tindakan kebodohan besar" bertolak belakang dengan "kata-kata sambutan dan dukungan" yang sebelumnya disampaikan Presiden AS tersebut.

Selain itu, Starmer menyoroti pernyataan pemimpin Partai Konservatif sekaligus oposisi utama, Kemi Badenoch, mengenai kesepakatan Chagos. Ia menuding Badenoch telah "mendukung argumen yang dimaksudkan untuk melemahkan posisi Inggris soal Greenland."

Pada Mei lalu, Inggris menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius sebagai imbalan atas jaminan keberlanjutan pangkalan militer strategis Inggris-AS.

Melalui perjanjian itu, negara Afrika Timur tersebut memperoleh kendali atas Kepulauan Chagos, sementara Amerika Serikat dan Inggris tetap dapat mengoperasikan pangkalan militer strategis Diego Garcia selama 99 tahun ke depan.

Baca Juga :
Negara Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bikinan Trump
Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Rusia 'Menari' di Atas Konflik Eropa Vs AS?
Whoosh Diskon Tarif Jadi Rp 225 Ribu, Catat Tanggal dan Nomor Perjalanannya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters: Duel 3 Gim, Jafar/Felisha Tekuk Dejan/Bernadine
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Turun dari Rekor Usai Trump Melunak soal Greenland
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bina Marga Ungkap Penyebab Flyover Pesing Sering Kebanjiran saat Hujan Deras
• 2 jam laludetik.com
thumb
PSSI Siap Umumkan Apparel Baru Timnas Indonesia, Hadirkan Desain Jersi Terbaru dan Mitra Global
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Dugaan Pungutan Study Tour Berkedok Ekstrakurikuler di SMPN 1 Curug, Disorot
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.