Gerakan Rakyat Jadi Partai, NasDem Pilih Fokus ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

eranasional.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Wakil Ketua Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan respons atas deklarasi organisasi masyarakat Gerakan Rakyat yang resmi bertransformasi menjadi partai politik pada 18 Januari 2026. Menurut Saan, langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sah dan patut dihormati.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Gerakan Rakyat atas keputusan politik tersebut. Saan menegaskan bahwa pendirian partai politik adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang.

“Ya tentu kita ucapkan selamat. Membentuk partai politik itu adalah hak setiap warga negara dan bagian dari proses demokrasi kita,” ujar Saan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Gerakan Rakyat selama ini dikenal sebagai organisasi masyarakat yang memiliki kedekatan dengan Anies Baswedan, khususnya ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Dalam kontestasi tersebut, Partai NasDem menjadi salah satu partai pengusung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar (AMIN).

Namun, peta politik pasca Pemilu 2024 mengalami pergeseran signifikan. Setelah pasangan AMIN kalah dalam Pilpres, NasDem mengambil sikap politik baru dengan bergabung ke dalam barisan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Saat ditanya mengenai kaitan historis antara NasDem, Anies Baswedan, dan Gerakan Rakyat, Saan memilih tidak mengulas kembali pilihan politik partainya di masa lalu. Ia menegaskan bahwa saat ini NasDem lebih memilih untuk melihat ke depan.

Menurutnya, pembahasan mengenai Pemilu Presiden 2029 masih terlalu dini. Fokus utama NasDem saat ini adalah menjalankan peran sebagai bagian dari pemerintahan.

“Kita belum memikirkan 2029. Masih panjang. Sekarang ini NasDem fokus membantu pemerintahan Pak Prabowo agar program-program strategis nasional bisa berjalan dengan baik,” kata Saan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa NasDem tidak ingin terseret dalam spekulasi politik jangka panjang, termasuk soal kemungkinan Anies Baswedan kembali maju sebagai calon presiden di pemilu mendatang.

Seperti diketahui, Partai Gerakan Rakyat secara terbuka menyatakan dukungan politik kepada Anies Baswedan untuk Pilpres 2029. Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid.

Sahrin menegaskan bahwa jika partainya berhasil lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilu 2029, maka Anies akan menjadi figur utama yang diusung sebagai calon presiden.

“Kalau Gerakan Rakyat memiliki tiket sebagai peserta pemilu, ya berarti otomatis mencalonkan Mas Anies sebagai presiden,” ujar Sahrin saat ditemui di kantor DPP Gerakan Rakyat, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Januari 2026.

Meski demikian, NasDem menanggapi sikap tersebut secara normatif dan tidak menunjukkan reaksi politik yang berlebihan. Saan menilai setiap partai memiliki kebebasan untuk menentukan arah dan strategi politiknya masing-masing.

Deklarasi transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik dilakukan pada hari terakhir Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ormas tersebut yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Langkah ini menandai babak baru perjalanan Gerakan Rakyat dari gerakan sosial menjadi kekuatan politik formal.

Dua hari setelah deklarasi, Gerakan Rakyat langsung bergerak cepat dengan membentuk struktur kepengurusan partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Targetnya, seluruh struktur dapat segera diselesaikan agar memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan status badan hukum dari kementerian terkait.

Menurut Sahrin Hamid, keberadaan struktur organisasi yang solid menjadi fondasi penting bagi sebuah partai politik baru, terutama untuk memperkenalkan partai kepada masyarakat luas.

“Struktur kepengurusan ini penting, bukan hanya untuk syarat administrasi, tapi juga agar nama partai dikenal sampai ke daerah,” ujarnya.

Langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan Gerakan Rakyat dalam menatap Pemilu 2029, meski tantangan partai baru untuk lolos verifikasi KPU tergolong tidak mudah.

Pengamat politik menilai kemunculan partai-partai baru seperti Gerakan Rakyat merupakan fenomena yang lazim dalam sistem demokrasi multipartai di Indonesia. Setiap siklus pemilu kerap melahirkan kekuatan politik baru yang mencoba mengisi ceruk aspirasi masyarakat.

Dalam konteks ini, sikap NasDem yang memilih bersikap moderat dan fokus pada pemerintahan dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas politik nasional. Sebagai partai pendukung pemerintah, NasDem memiliki kepentingan untuk memastikan agenda pembangunan dan kebijakan strategis dapat berjalan tanpa gangguan politik yang tidak perlu.

Sikap tersebut juga mencerminkan realitas politik pasca-pemilu, di mana partai-partai melakukan reposisi untuk menyesuaikan diri dengan konfigurasi kekuasaan yang baru.

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat menambah daftar partai politik yang berpotensi meramaikan kontestasi Pemilu 2029. Meski membawa nama besar Anies Baswedan, perjalanan partai baru ini masih panjang dan penuh tantangan.

Sementara itu, Partai NasDem memilih mengambil posisi realistis dengan menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan menunda pembahasan politik elektoral jangka panjang. Sikap ini menunjukkan bahwa dinamika politik nasional masih akan terus berkembang, seiring konsolidasi kekuasaan dan persiapan menuju pemilu berikutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Liverpool Menang Telak, Persaingan Lolos Langsung ke 16 Besar Liga Champions Makin Sengit
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
 Kadar Hemoglobin terlalu Tinggi, Ini Penyebabnya!
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Hasil Indonesia Masters 2026: Putri Kusuma Wardani Lolos ke 16 Besar
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pengadilan AS Izinkan Penahanan Demonstran di Minnesota
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Heboh Penemuan Kotak Berisi Kain Putih Mirip Pocong di Kulon Progo
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.