jpnn.com - BANYUMAS – Para PPPK paruh waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diminta untuk menjaga integritas, meningkatkan kinerja, serta menunjukkan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan PPPK Paruh Waktu dan Penguatan Literasi Keuangan bersama Bank Jateng yang digelar di Gedung Gurinda Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Rabu (21/1).
BACA JUGA: Aliansi R2 R3 Siap Aksi Besar-besaran Jika Tidak Diangkat PPPK Penuh Waktu
"Atas nama pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan, saya menegaskan bahwa rasa syukur harus diwujudkan dengan kinerja yang baik, integritas yang tinggi, serta loyalitas dalam menjalankan tugas masing-masing," kata Agus Nur.
Dia mengatakan pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu merupakan pencapaian yang patut disyukuri mengingat proses seleksi yang ketat serta kebijakan pengangkatan yang dinamis.
BACA JUGA: BKN: Kepala Daerah Jangan Ragu Melakukan Relokasi PPPK, Prosesnya 5 Hari Saja
Dikatakan, wujud rasa syukur tersebut harus tercermin dalam kinerja yang optimal, sikap profesional, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik di bidang pendidikan.
"Tunjukkan dengan berkinerja baik, berintegritas, dan loyal. Bekerjalah dengan baik di lini atau tugas masing-masing," pesannya.
BACA JUGA: Aliansi R2 R3 Minta Prabowo Terbitkan Keppres Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi ASN Penuh
Secara khusus kepada tenaga pendidik, ia berpesan agar para guru PPPK Paruh Waktu terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri setiap hari.
Menurut Agus, peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada kualitas proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi peserta didik.
Selain kompetensi, dia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kepatuhan dalam mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan yang berlaku.
Agus mengingatkan para ASN agar bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi di era digital, khususnya media sosial, serta menghindari penyebaran isu negatif dan fitnah yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
"Penggunaan ponsel sering kali mendekatkan yang jauh, tetapi justru menjauhkan yang dekat. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat menjadi sumber masalah," katanya.
Sekda menegaskan integritas merupakan keselarasan antara pikiran, hati, dan perbuatan yang harus menjadi fondasi utama bagi setiap PPPK dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat sekaligus pendidik generasi bangsa.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Wahyu Adhi Fibrianto mengatakan kegiatan pembinaan tersebut diikuti 1.754 PPPK paruh waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
"PPPK paruh waktu tersebut terdiri atas 555 orang guru, 804 orang operator layanan operasional, 237 orang penata layanan operasional, 38 orang pengelola layanan operasional, dan 120 orang pengelola umum operasional," katanya. (antara/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4119582/original/024096400_1660160276-20220810BL_Semifinal_Piala_AFF_U-16_2022_Timnas_Indonesia_U-16_Vs_Timnas_Myanmar_U-16_Babak_2_29.jpg)

